Portal berita dari masyarakat untuk IndonesiaJaringan Media KRIEZ  •  Redaksi  •  Pedoman Media Siber  •  Pasang Iklan
Dari Kita • Untuk Indonesia
Sabtu, 7 November 2026
Bandung, Jawa Barat
Berlangganan
TERKINIPP TUNAS Dorong Platform Digital Melindungi Sekitar 70 Juta Anak Indonesia

Perkenalkan Film Karya Anak Bangsa

Oleh • 7 Mei 2016 • 05:34
Herdiansyah/Bandung Ekspres  MEMIKAT: Lala Karmela (tengah), pemeran utama film Ngenest saat acara diskusi film Ngenest di Museum Sri Baduga, Jumat (6/5).
Herdiansyah/Bandung Ekspres
MEMIKAT: Lala Karmela (tengah), pemeran utama film Ngenest saat acara diskusi film Ngenest di Museum Sri Baduga, Jumat (6/5).

darikita.com, ASTANAANYAR – Forum Film Bandung (FFB) bekerja sama dengan FFBComm, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, serta Starvision Plus mengadakan acara nonton bareng sekaligus diskusi film ’NGENEST’ di Museum Sri Baduga.

Acara yang dimulai sekitar pukul 13.00 ini diserbu oleh para anak muda yang didominasi oleh siswa dan siswi SMP serta SMA. Kehadiran pemain film ’NGENEST’, yakni Lala Karmela dalam kesempatan tersebut menjadi daya pikatnya.

Ketua Umum FFB Eddy D. Iskandar mengatakan, kegiatan nonton bareng dan diskusi film ini sebagai salah satu bentuk apresiasi terhadap karya perfilman nasional dengan tujuan menggerakkan minat anak-anak muda untuk peduli terhadap film nasional.

’’Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilakukan FFB dengan harapan generasi muda bisa lebih perduli karya bangsanya,’’ katanya kepada Bandung Ekspres, di sela kegiatan.

Senada dikatakan produser eksekutif film ’NGENEST’ Reza Servia yang hadir dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, cerita dalam film ini merupakan film dengan tema sensitif yakni mengusung ras Tionghoa, namun dikemas dengan menarik hingga menghadirkan unsur komedi. ’’Melalui film ini kami ingin menyadarkan orang bahwa ada sisi lain bagaimana merasakan jadi Tionghoa. Yang paling sulit saat penggaran film ini adalah bagaimana mengusung tema berat tapi terasa sangat ringan,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Lala sebagai Meira pemeran utama dalam film garapan Ernest Prakasa ini menjelaskan, sejak film ini dirilis akhir tahun lalu dan mendapat penghargaan Penulis Skenario Terbaik Indonesia Box Office Movie Awards (IBOMA) 2016 merupakan prestasi yang membanggakan bagi semua. ’’Kita menikmati proses pembuatannya. Cukup ketar ketir ini yang bikin Ernest semua, dia jadi pemeran utama sekaligus sutradara juga. Syuting Oktober dan harus rilis Desember,’’ pungkasnya. (dn/vil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *