Portal berita dari masyarakat untuk IndonesiaJaringan Media KRIEZ  •  Redaksi  •  Pedoman Media Siber  •  Pasang Iklan
Dari Kita • Untuk Indonesia
Sabtu, 7 November 2026
Bandung, Jawa Barat
Berlangganan
TERKINIPP TUNAS Dorong Platform Digital Melindungi Sekitar 70 Juta Anak Indonesia

Distanbunhut Genjot Produksi Beras

Oleh • 5 Januari 2017 • 07:37

darikita.com, NGAMPRAH – Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Kabupaten Bandung Barat akan mengenjot produksi pertanian beras di tahun 2017. Hal ini dilakukan guna meneruskan sewasembada beras berkelanjutan sejak 2009 hingga 2016.

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Kabupaten Bandung Barat Ida Nurhamida mengatakan, saat ini, produktivitas beras di Kabupaten Bandung Barat mampu mencapai 6,3 ton per hektare. Sementara, luas lahan pertanian secara total mencapai 130.577 hektare. Di mana 51 persen merupakan kawasan budidaya pertanian dan sisanya bukan lahan pertanian.

”Artinya, lahan pertanian masih cukup luas. Lahan budidaya pertanian itu merupakan lahan tanaman pangan, seperti beras, buah-buahan dan sayuran,” kata Ida di Ngamprah kemarin (4/1).

Menurut Ida, tantangan pertanian di Kabupaten Bandung Barat cukup beragam. Mulai dari semakin banyaknya jumlah penduduk maka semakin dibutuhkan pangan. Terutama komuditas beras sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia. ”Pada saat KBB berdiri 2007 lalu, jumlah penduduk itu hanya 1,4 juta jiwa. Tapi, data terakhir sampai  2017 ini jumlah penduduk mencapai 1,6 juta jiwa. Artinya, kebutuhan beras juga bertambah,” kata dia.

Selain membludaknya jumlah penduduk, sebut dia, hal lainnya terkait penyusutan lahan pertanian setiap tahunnya, akibat banyak jumlah penduduk tadi. Di Jawa Barat, penyusutan lahan pertanian mencapai 4 persen per tahun termasuk di Kabupaten Bandung Barat. ”Memang tantangan penyusutan lahan juga menjadi tugas pemerintah. Makanya, kami sedang membuat Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Ke depan akan dibuatkan Perda tentang pengaturan lahan pertanian yang tidak boleh diahlifungsikan,” terangnya.

Lebih jauh Ida menyebutkan, tantangan lainnya persoalan dengan produksi pertanian yakni dengan kondisi iklim yang tidak menentu. Hal itu berpengaruh pada hasil produksi pertanian seperti produksi beras.

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *