JAKARTA — Pemerintah menyatakan persediaan bahan bakar minyak nasional berada dalam kondisi aman. Dalam laporan sektor energi pada 21 Oktober 2026, stok Pertalite disebut berada pada kisaran 16–18 hari, sementara pasokan di Bali telah dipulihkan hingga sekitar 12 hari.
Persediaan LPG dilaporkan berada di atas 13 hari. Pemerintah juga mencatat Penerimaan Negara Bukan Pajak sektor energi dan sumber daya mineral pada periode Januari–Oktober mencapai Rp127,74 triliun, mendekati target tahunan Rp133,63 triliun.
Di sektor mineral dan batu bara, nilai ekspor batu bara mencapai 23,71 miliar dolar AS meski volumenya menurun. Nilai ekspor nikel hingga Agustus dilaporkan sebesar 24,55 miliar dolar AS. Pemerintah menyebut pengawasan pasokan domestik dan penerimaan negara akan terus dilakukan.




