Portal berita dari masyarakat untuk IndonesiaJaringan Media KRIEZ  •  Redaksi  •  Pedoman Media Siber  •  Pasang Iklan
Dari Kita • Untuk Indonesia
Jumat, 6 November 2026
Bandung, Jawa Barat
Berlangganan
TERKINIPP TUNAS Dorong Platform Digital Melindungi Sekitar 70 Juta Anak Indonesia

Naufal Ramadhan dan Pingkan Maghdalena

Oleh • 2 Juli 2015 • 08:12

darikita.com, CIMAHI – Kota Cimahi melalui SD Purnama telah menuai prestasi. Pasalnya, dua orang siswanya berhasil meraih predikat peraih nilai tertinggi pada Ujian Akhir Nasional (Unas) tingkat SD beberapa waktu yang lalu.

Naufal-Ramadhan-dan-Pingkan-Maghdalena-300x171
LIA AMALIA/SUMRINGAH: Desi (tengah) diapit Naufal Ramadhan (kanan) dan Pingkan Maghdalena, siswa yang meraih NEM tertinggi se-Jawa Barat, dengan jumlah 29,80. Keduanya memiliki nilai sempurna di mata pelajaran IPA dan Matematika.

Nilai yang diraih oleh Naufal Ramadhan dan Pingkan Maghdalena merupakan yang tertinggi se-Jawa Barat, dengan jumlah 29,80. ’’Mereka memiliki nilai sempurna, yakni 10,00 untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Matematika,’’ ujar Desi, wali kelas 6 di SD Purnama, kemarin (1/7).

Desi mengatakan, hasil Unas yang diraih SD Purnama berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Terutama, dari nilai rata-rata siswa yang mengalami penurunan di tingkat provinsi, yakni hanya 22. Namun, siswa-siswi SD Purnama meraih nilai rata-rata 27,98 sehingga jauh melampaui nilai rata-rata Cimahi.

Menurut Desi, Naufal dan Pingkan bukanlah siswa tiga besar di kelasnya, tetapi masuk sepuluh besar. Siswa yang masuk tiga besar pun sebenarnya tidak jauh raihan nilai Unasnya dari Naufal dan Pingkan.

Ketika ditanya mengenai proses pembelajaran sebelum pelaksanaan ujian, Desi mengungkapkan, faktor guru sebagai fasilitator sangat berperan. Supaya siswanya dapat meraih hasil pembelajaran yang optimal. Selain itu, siswa SD memiliki karakter peniru. Mereka akan meniru sesuatu yang diucapkan oleh idolanya. Sehingga, seorang guru harus menjadi idola terlebih dahulu bagi siswa-siswinya.

Kemudian, lanjut Desi, faktor motivasi sangat berperan untuk mengarahkan bagaimana siswa dapat belajar tanpa disuruh. Sehingga, menurutnya setiap guru harus menjadi motivator bagi mereka. ’’Karena setiap guru pasti akan melakukan drill beserta latihannya. Namun, tanpa motivasi semua itu tidak akan banyak berpengaruh,’’ lanjutnya.

Sedangkan, Naufal dan Pingkan sendiri menganggap hasil Unas yang mereka raih merupakan kejutan dan keajaiban Tuhan. ’’Orang tua juga sangat terkejut, namun juga bersyukur terhadap hasil ini,’’ ungkap Naufal dan Pingkan yang keduanya mendaftar ke SMPN 1 Cimahi.

Naufal yang bercita-cita menjadi polisi dan Pingkan ingin menjadi jurnalis ini menganggap kerja keras dan perjuangan sebelum ujian yang menentukan nilai ujian mereka.(mgc2/tam)

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *