JAKARTA, DariKita.online — Science Film Festival 2026 mengangkat pemanfaatan kecerdasan artifisial atau AI secara bijak sebagai bagian dari penguatan literasi sains di kalangan pelajar. Kegiatan yang diinisiasi Goethe-Institut tersebut mendapat dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Festival dibuka pada 6 Oktober 2026 dan berlangsung secara hibrida hingga 14 November 2026. Menurut informasi resmi Kemendikdasmen, program menjangkau pelajar dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas di 70 kabupaten dan kota.
Belajar sains sekaligus menguji informasi
Festival menghadirkan 20 film sains dari tujuh negara serta kegiatan eksperimen. Selain mengenalkan peluang penggunaan AI untuk pembelajaran dan kehidupan sehari-hari, program juga menyoroti risiko informasi keliru, manipulasi, dan pentingnya berpikir kritis.
Staf Khusus Mendikdasmen bidang STEM Maila Dinia Husni Rahiem menyampaikan bahwa film dan eksperimen dapat memantik rasa ingin tahu siswa dan mendorong mereka mencoba gagasan yang dipelajari di sekolah.
Melalui pendekatan tersebut, penyelenggara berharap pelajar tidak hanya mengenal teknologi, tetapi juga mampu menilai informasi dan memahami tanggung jawab dalam penggunaannya.




