Portal berita dari masyarakat untuk IndonesiaJaringan Media KRIEZ  •  Redaksi  •  Pedoman Media Siber  •  Pasang Iklan
Dari Kita • Untuk Indonesia
Jumat, 6 November 2026
Bandung, Jawa Barat
Berlangganan
TERKINIPP TUNAS Dorong Platform Digital Melindungi Sekitar 70 Juta Anak Indonesia

Berikan Penyuluhan pada Anak Jalanan

Oleh • 26 Agustus 2015 • 10:06
BUBUN MUNAWAR/CIMAHI EKSPRES  SEMANGAT: Para anak jalanan begitu interes dengan penyuluhan yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Kota Cimahi. BNNK Cimahi memberikan pengertian tentang bahayanya ‘ngelem’ kepada para generasi muda tersebut.
BUBUN MUNAWAR/CIMAHI EKSPRES
SEMANGAT: Para anak jalanan begitu interes dengan penyuluhan yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Kota Cimahi. BNNK Cimahi memberikan pengertian tentang bahayanya ‘ngelem’ kepada para generasi muda tersebut.

darikita.com, Guna menghindari bahaya lebih parah, Tim Pencegahan dan Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Kota Cimahi memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba, khususnya lem kepada anak jalanan (Anjal) di Rumah Belajar, Cimindi, Cimahi, belum lama ini.

Dalam penyuluhan kali ini, BNNK menghadirkan pemateri Samsul Anwar, S.Pd., MPSSp, Kepala Seksi Rehabilitasi BNNK Cimahi, Shelly Dhamayanti, S.Ikom, penyuluh Seksi Pencegahan BNNK Cimahi, serta Syaiful (Rumah Cemara).

Samsul Anwar menyebutkan, ada 15 Anjal yang menjadi peserta masih di bawah pengaruh penyalahgunaan lem aibon. Mereka juga diberikan materi motivasi tentang perubahan perilaku supaya mampu melakukan aktivitas sehari-hari secara normal. ’’Penyuluhan ini merupakan bagian dari upaya penanggulangan pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN),” terangnya, kemarin (24/8).

Dalam penyuluhan, Tim Pencegahan dan Rehabilitasi BNNK Cimahi memberikan penyuluhan dan sharing tentang bahaya narkoba, khususnya bahaya ’ngelem’, karena beberapa anak jalanan yang menjadi peserta masih di bawah pengaruh penyalahgunaan lem aibon.

Tim Pencegahan dan Rehabilitasi BNNK Cimahi juga memberikan motivasi tentang perubahan juga melakukan assessment kepada 15 peserta. Rencananya ada dua anak yang perlu direhabilitasi rawat inap. ’’Sekarang, kami masih melakukan proses pendekatan dengan keluarga mereka,’’ sebutnya.

Penyuluhan kali ini menghadirkan juga trainer dari Rumah Cemara untuk memberikan layanan dukungan rehabilitasi kepada anak jalanan melalui kegiatan olahraga sepakbola. ’’Kami berharap, para Anjal yang masih berumur 10-20 tahun ini bisa kembali menjadi anak-anak yang normal kembali supaya bisa memiliki masa depan. Karena di antara mereka, tingkat pemakaian lem bisa sampai dua kali sehari, bahkan ada yang sampai tidak lepas dari lem dalam seharinya,’’ jelas Samsul. (bun/adv)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *