banner

Tumbuhkan Cita-cita Anak, 700 Relawan Ikut Serta Kelas Inspirasi

darikita 25 Februari 2016
FAJRI ACHMAD NF / BANDUNG EKSPRES BERBAGI PENGALAMAN : Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menjadi relawan inspirator pada kegiatan Kelas Inspirasi Bandung ke-4 di SDN Balong Gede, Kota Bandung, Rabu (24/2). Kegiatan ini serentak diadakan di 68 Sekolah Dasar di 59 lokasi se-Bandung Raya dengan melibatkan 1021 relawan inspirator dari berbagai bidang profesi.
vertical banner

Darikita.com– Sebanyak 700 relawan dari berbagai kota di Indonesia mengajar siswa di sekolah-sekolah dalam Kelas Inspirasi. Mereka yang berlatang belakang profesi berbeda memberikan berbagai pengalaman tentang profesi amsing-masing.

Salah satu relawan, Bang Aswi, mengajar di SD Miftahul Iman. Pria yang aktif menulis di blog ini sudah mengikuti empat kali Kelas Inspirasi. Tiga di antaranya dilaksanakan di Kota Bandung dan satu lagi di Kota Jakarta. Setiap kali mengikuti kelas inspirasi, dia selalu merasa ketagihan untuk terus berpartisipasi sebagai relawan di acara tersebut.

”Saya seakan mendapatkan suntikan semangat baru ketika saya mengajar dan berhadapan dengan anak-anak SD,” kata Bang Aswi kepada Bandung Ekspres saat ditemui di Graha Bakti Pos, Jalan Banda, Kota Bandung, kemarin (24/2).

Bahkan, dirinya selalu bertekad untuk menjadi lebih baik lagi ketika mengajar di Kelas Inspirasi. Mengingat, dia juga telah memiliki dua anak yang sedang belajar di SD. Alasan utama pihaknya mengikuti Kelas Inspirasi, yaitu karena menyukai belajar. Akan tetapi, karena keterbatasan waktu, tidak bisa mengajar seperti guru lainnya.

Menurutnya, Kelas Inspirasi diadakan sebagai upaya mengenalkan cita-cita ke depannya siswa SD akan menjadi apa. Serta mengenalkan berbagai profesi yang ada di Indonesia.

Masing-masing relawan menyetor iuran untuk kebutuhan mengajar sehari mereka. Bahkan mereka tidak diberikan uang tambahan lainnya untuk mengajar.

”Mereka datang dengan uang sendiri, berusaha untuk cuti dan ngeluarkan uang sendiri untuk kebutuhan mengajar,” terangnya.

Yang paling unik, diselenggarakannya Kelas Inspirasi yaitu setiap tahunnya mengajar di sekolah yang berbeda dengan rekan yang berbeda juga. Kelas Inspirasi sendiri tidak pernah datang kembali di sekolah yang sama. Sehingga, SD yang dikunjungi selalu berbeda.

Dia menjelaskan, Kelas Inspirasi ini merupakan bagian dari Indonesia Mengajar. Bedanya, Indonesia Mengajar diperuntukan kepada kaum muda. Adanya Kelas Inspirasi, lanjut dia, sebagai wadah agar orang yang tidak memiliki usia muda bisa mengajar. Untuk itu, pihaknya mengapreasi hal tersebut.

”Untuk ke depan bisa melibatkan relawan yang lebih banyak lagi dan bisa mengjangkau SD-SD yang belum terjangkau,” katanya.

Selain itu, para profesi unik lainnya bisa ikut. Dia juga menerangkan, saat ini, profesi sebagai penulis blog sudah banyak. Sehingga, ada banyak blogger yang mengikuti Kelas Inspirasi.

Ketika ditanya apakah pihaknya ingin mengikuti Kelas Inspirasi kembali? pria asal Jakarta itu, sangat bersemangat. ”Kalau dikasih umur panjang dan kesempatan saya ingin ikut lagi,” tuturnya.

Di tempat yang sama, salah satu wartawan detik.com Bandung, Avitia Nurmatari, kembali ikut dalam Kelas Inspirasi. ”Seru, unik, dan ada banyak hal yang memberikan pelajaran buat saya,” katanya.

Dengan mengikuti Kelas Inspirasi, dia bisa merasakan repotnya menjadi guru dan mengajar siswa. Diakui olehnya, tidak mudah untuk mengajarkan para siswa. Dia menganggap repotnya menjadi guru sebagai tantangan baginya.

Dia berharap, untuk tahun depan, jika diizinkan kembali mengikuti, dia ingin kembali mengajar di tempat lainnya yang belum pernah dia jumpai. ”Ingin lagi ngajar. Kita di sana betugas untuk menginspirasi agar bisa menumbuhan cita-cita mereka,” pungkasnya. (nit/fik)

Untuk Anda
Terbaru