BANDUNG — Pemerintah Kota Bandung mendorong pengelolaan sampah berbasis warga melalui program Gempolin di Kelurahan Gempolsari. Program ini menghubungkan kegiatan pemilahan dari rumah dengan pencatatan dan pengangkutan sampah melalui dukungan aplikasi.
Gempolin merupakan singkatan dari Gerakan Mengolah Data, Pilah, Olah, Manfaatkan Sampah Terintegrasi Berbasis Masyarakat. Melalui skema tersebut, warga dapat mencatat jenis dan perkiraan berat sampah, menentukan titik pengumpulan, mengunggah foto, serta mengajukan pengambilan.
Informasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang bersumber dari Diskominfo Kota Bandung pada 24 Agustus 2026 menyebut program tersebut mendapat respons positif dari warga. Salah seorang warga RT 04 RW 04 Kelurahan Gempolsari menyampaikan bahwa Gempolin membantu masyarakat yang sebelumnya baru mampu memilah, tetapi belum memiliki sistem pengolahan yang teratur.
Pemilahan menjadi langkah awal
Pemilahan dari sumber merupakan bagian penting dalam mengurangi sampah tercampur yang dikirim ke tempat pemrosesan akhir. Sampah organik dapat diarahkan untuk pengomposan atau pengolahan lain, sedangkan material bernilai seperti plastik, kertas, dan logam dapat masuk ke jalur daur ulang.
Pendekatan berbasis aplikasi juga membantu pengurus lingkungan memperoleh gambaran mengenai volume dan jenis sampah yang dihasilkan warga. Data tersebut dapat digunakan untuk menentukan jadwal pengambilan, kebutuhan sarana, dan pola edukasi yang sesuai dengan kondisi lingkungan.
Namun, efektivitas program tetap bergantung pada kedisiplinan pemilahan, kepastian pengangkutan, serta keberlanjutan pengolahan setelah sampah dikumpulkan. Karena itu, partisipasi warga perlu diikuti koordinasi antara kelurahan, petugas kebersihan, pengelola bank sampah, dan mitra pengolahan.
Pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga
Program di Gempolsari menunjukkan bahwa penanganan sampah tidak hanya bertumpu pada pengangkutan. Perubahan kebiasaan dari tingkat rumah tangga dapat mengurangi pencampuran sampah sekaligus membuka peluang pemanfaatan material yang masih memiliki nilai.
Masyarakat yang mengikuti program perlu mendapatkan informasi yang jelas mengenai kategori sampah, jadwal layanan, dan tujuan akhir material yang telah dipilah. Transparansi tersebut penting untuk menjaga kepercayaan warga dan memastikan pemilahan tidak berakhir tercampur kembali.
Sumber: Portal Jabar/Diskominfo Kota Bandung, 24 Agustus 2026.
Ilustrasi visual dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).




