
darikita.com, Di era perkembangan zaman yang sangat sadis ini. Anak-anak malah banyak memainkan gadget daripada bermain dan berinteraksi dengan sesamanya. Teknologi yang berkembang sangat pesat, berpengaruh pada anak. Namun ada salah satu mainan anak yang juga mengasah kinerja dari otak si anak itu sendiri.
Brick toys atau yang biasa kita kenal lego, adalah mainan plastik yang berbentuk macam-macam dan bisa disusun hingga menyerupai bangunan, pesawat atau apa saja. Mulai dari anak-anak hingga dewasa gemar memainkan atau menyusun lego.
darikita.com kali ini akan menjelaskan manfaat saat orang bermain atau memainkan lego.
Pertama, imajinasi. Tentu saja dalam membangun sebuah bangunan saja contohnya, dengan lego butuh imajinasi yang tinggi. Mulai dari, sebuah pondasi atau bentuk pondasi seperti apa yang akan digunakan dan kokoh hingga disusun ke atas. Lalu pemasangan jendela seperti apa, apa bentuknya bulat atau lonjong.
Tingkatan dari bangunan pun pasti diperhatikan, tinggi-rendahnya. Bentuknya juga, apa berupa istana, gedung pencakar langit atau gedung dengan kotak-kotak biasa saja.
Lalu ada Kreatifitas. Kreatifitas yang dibangun oleh pemain lego sangat dibutuhkan. Semisal akan membuat sebuah mobil. Tentu pembuat harus memutar otak agar lego yang digunakan bisa digunakan maju-mundur. Rodanya harus berputar.
Penompang roda pun harus dibuat sedemikian rupa. Penulis sangat yakin, jika suatu hasil karya lego yang disusun benar-benar jadi, berarti sang pembuat memiliki kreatifitas yang bagus. Apalagi dibangun dengan hanya dari bongkahan-bongkahan saja. Warna pun akan ditentukan. Dari atap mobil, misalnya berwarna merah dan ban mobil nerwarna kuning.
Terakhir ada kegembiraan dan kerjasama. Memang kegembiraan dan kerjasama merupakan kedua hal yang berbeda. Namun penulis merasa, keduanya harus disatukan karena memiliki dampak yang terkait satu sama lain. Kegembiraan yang didapat dalam membuat suatu produk lego yang luar biasa tentu saja hasil dari kerjasama. Beda dengan produk lego yang kecil saja. Kegembiraan yang didapat pun beda tingkatnya. Ketika membuat bangunan yang besar misal, beda kegembiraannya dengan membuat bangunan yang kecil.
Nah, banyak sekali mainan yang terdapat misi selain hanya sebuah bongkahan saja. Para orang tua, ada baiknya membatasi anak dalam penggunaan teknologi yang ada. Tak ada salahnya bersama buah hati membuat produk lego. Lebih menyenangkan ketika orang tua dan anak saling bekerja sama. (Ravi/dk)













