BANDUNG — Karya kreator disabilitas mendapat ruang untuk tampil di kawasan Bandara Husein Sastranegara Bandung. Kehadiran karya tersebut menunjukkan bahwa talenta penyandang disabilitas memiliki peluang untuk bersaing ketika memperoleh akses, ruang promosi, dan dukungan yang setara.
Ekonomi kreatif yang inklusif membutuhkan lebih dari sekadar pelatihan. Kreator juga memerlukan akses terhadap pasar, jejaring, pendampingan usaha, dan ruang untuk memperkenalkan produknya kepada publik.
Akses pasar memperkuat kemandirian
Ruang publik seperti bandara dapat menjadi etalase yang mempertemukan produk kreatif dengan masyarakat yang lebih luas. Kesempatan tersebut dapat membantu membangun kepercayaan konsumen sekaligus memperluas jejaring pemasaran.
Penguatan ekosistem usaha bagi penyandang disabilitas perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan lembaga pendidikan.
Sumber: Portal Jabar/Diskominfo Kota Bandung, 3 September 2026. Ditulis ulang secara editorial oleh DariKita.online.




