DARIKITA.ONLINE, JAKARTA — Kementerian Kesehatan RI memperkuat pemantauan kualitas udara menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik yang berdampak pada sejumlah wilayah.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono melakukan pemantauan langsung di sejumlah titik Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Rabu, 9 September 2026 menggunakan particulate counter untuk mengukur konsentrasi partikulat, khususnya PM2,5.
PM2,5 masih perlu diperhatikan
Kemenkes menyebut hasil pengukuran di sejumlah area luar ruangan masih berada di atas batas aman. Di Terminal Damri Bandara Soekarno-Hatta, pengukuran menunjukkan PM2,5 sebesar 63 mikrogram per meter kubik, sementara batas aman yang dirujuk Kemenkes sebesar 25 mikrogram per meter kubik.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meskipun aktivitas penerbangan dapat berjalan, aspek kualitas udara tetap perlu diperhatikan dari perspektif kesehatan masyarakat. Warga di area terdampak disarankan mengikuti arahan kesehatan dari pemerintah dan memantau informasi resmi.
Sumber: Kementerian Kesehatan RI, 9 September 2026. Ditulis ulang secara editorial oleh DariKita.online.




