Pendapatan ini naik 5,1 persen dari musim 2013-2014 yang berjumlah EUR 449,6 juta (Rp 8,31 triliun).
Income Real ini antara lain berasal dari penjualan tiket yang mencapai EUR 129,8 juta (Rp 1,96 triliun), jatak hak siar televisi EUR 199,9 juta (Rp 3,02 triliun), dan kontrak dengan sponsor yang mencapai EUR 247,3 juta (Rp 3,74 triliun).
Adapun dari sektor kontrak sponsor, menurut pengamat Conor Heffernan dari Pundit Arena, kunci lain pundi-pundi Real bisa bertambah sebanyak itu adalah faktor adanya pemain bintang mereka.
Heffernan mencontohkan ketika David Beckham dibeli dari Manchester United, 2003 silam, pendapatan sponsorship yang semula hanya EUR 7 juta (Rp 105,99 miliar) bisa menjadi EUR 45 juta (Rp 681,29 miliar) per musimnya.
Sebabnya, model bisnis Real yang meminta kesediaan si bintang agar bersedia memberikan hak dari pendapatan sponsor pribadinya.
Saat itu, Beckham bersedia memberikan 50 persen dari total pendapatan pribadinya. Hal yang sama juga berlaku kepada Gareth Bale dimana pemain termahal dunia asal Wales, dengan transfer mencapai EUR 100 juta (Rp 1,51 triliun), itu memberikan sekitar 47 persen.
”Ada beberapa pemain yang sangat menguntungkan karena memiliki sisi komersil yang spektakuler, yang bisa mendatangkan uang bagi klub,” kata Presiden Real, Florentino Perez kala itu, seperti dilansir Pundit Arena.
Selain dari income operasional, pundi-pundi Real bisa bertambah juga karena keberhasilan mereka dalam lolos ke final Liga Champions musim ini.
Jurnalis Forbes, Mike Ozanian, seperti dilansir Bleacher Report, mengemukakan bahwa baik Real maupun Atletico Madrid bakal mendapat total GBP 69,4 juta (Rp 1,33 triliun).
Ini belum ditambah uang hadiah sebesar EUR 15 juta (Rp 227,14 miliar) jika Real bisa meraih gelar La Undecima alias gelar kesebelas. Ini berarti, Real total bakal mendapat EUR 103 juta (Rp 1,56 triliun).













