
darikita.com, CIAMIS – Di tengah persiapan Piala Presiden, Persib Bandung tersandung kekalahan dari PSGC Ciamis dengan skor 0-1, di Stadion Galuh Ciamis, Rabu (19/8). Atep cs dijungkalkan gol semata wayang yang diciptakan Osas Saha di menit ke-16.
Kekalahan ini merupakan kali pertama dialami persib. Padahal, sebagai langganan tim uji coba, Persib sebelumnya tidak pernah kalah.
Menyikapi kekalahan tersebut Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman menilai kualitas pasukan Heri Rafi Kotari semakin meningkat. Apalagi kini diperkuat pemain anyar yang telah malang-melintang di kompetisi lokal, seperti Osas Saha.
”Selamat kepada PSGC, yang telah memenangkan laga persahabatan ini. Untuk pertama kalinya kami kalah, kehadiran Osas Saha membuat berbeda,” tutur Djadjang seusai laga.
Tercatat Maung Bandung juga tumbang dengan skor yang sama dari Arema Cronus, dalam rangkaian hari jadinya yang ke-28, pada Rabu 11 Agustus lalu. Ditanya soal fakta pahit tersebut, Djadjang mengaku, timnya dalam belum siap menghadapi partai besar.
”Kami belum siap. Terlalu banyak kesalahan yang dilakukan,” katanya.
Dia beralibi kekalahan perdana dari PSGC ini atas dasar tak adanya Konate Makan di sektor tengah. Sehingga suplai bola ke lini depan terkesan mandek.
”Ini karena memang akibat persiapan yang belum matang, tidak ada latihan selama dua bulan, latihan pun kurang maksimal. Artinya kesiapan yang belum maksimal,” beber dia.
Di bagian lain, Persib sendiri bakal segera mengarungi grup A di pentas Piala Presiden 2015, melawan Persiba Balikpapan 2 September mendatang. Manurut dia mutlak kudu mengevaluasi timnya agar semua lini Persib kuat. Dalam catatannya, transisi bermain dan penyelesaian akhir kudu fokus dipoles.
”Dari evaluasi pertandingan ini adalah transisi dan peyelesaian akhir, dengan waktu yang ada kita bisa memperbaiki itu,” papar dia.
Sementara itu, Pelatih PSGC Heri Rafni Kotari mendoakan Persib maupun timnya bisa lolos dari fase grup di Piala Presiden. Meskipun notabene Divisi Utama, namun PSGC pun bakal manggung di Piala Presiden. Malah, berhasil mengalahkan Persib.
”Saya merasa bangga terhadap anak-anak. Rasa bangga terhadap kemanangan ini. Ada banyak pelajaran yang dapat diambil. Tim kami masih belum sempurna, mudah-mudahan menjadi bekal kami di Piala Presiden,” beber dia.
Di tempat sama, Manajer PSGC Herdiat mengaku kemenangan melawan Persib tak ubahnya sebagai sejarah bagi warga Ciamis. Bagaimana tidak, selama delapan tahun mengabdi kepada PSGC, pihaknya belum sekalipun mengungguli Persib. Prestasi terbesarnya melawan Persib hanya berhasil meraih skor imbang dengan skor 2-2.
”Ini kemenangan sejarah bagi Ciamis, delapan tahun menangani PSGC Kita bisa mengalahkan Persib sekalipun bukan pada kompetisi resmi. Kemenangan ini penting untuk membantu mental pemain menghadapi Piala presiden,” papar Herdiat.
Di Piala Presiden, timnya akan bergabung di grup B yang digadang-gadang sebagai grup neraka. Bagaimaba tidak, seteru mereka di fase grup yakni Arema Cronus, Sriwijaya Fc dan Persela Lamongan. Kendati demikian Herdiat tidak gentar melawan tim manapun.
”Modal awal untuk bermain bagus untuk Piala Presiden. Kita satu grup dengan tim yang pernah menjuarai ISL, namanya main bola 11 lawan 11, meskipun beda level kita tidak takut,” tuturnya.
”Kita juga membawa misi divisi utama jangan sampai memalukan pada Piala Presiden target lolos ke babak 8 besar,” tandasnya.
Jalannya pertandingan kemarin, lima menit pertama kedua tim tampak bermain hati-hati. Persib Bandung masih meraba-raba kekuatan dari tim tuan rumah.
PSGC pun tak mau kalah, di menit ke-7 umpan manis Bima diterima Andi yang berlari tanpa pengawalan, sayang sepakannya masih dapat di blok Abdul Rahman.
Menit ke-8 giliran Persib yang memberi ancaman, lewat sontekan Spaso di depan gawang, namun masih bisa ditepia kiper PSGC. Atep pun tak dapat mengamankan bola muntah yang mengarah kepadanya.
Alih-alih ketakutan melawan tim juara Indonesia Super League (ISL) 2014, PSGC justru mencuri gol lebih dulu lewat Osas Saha di menit ke-16. Diawali dengan umpan lambung dari Moris Power, Osas lepas dari jebakan offside, hingga akhirnya membobol gawang I Made Wiriawan. Papan skor berubah 1-0 untuk PSGC.
Hingga memasuki 30 menit, tak ada serangan yang berarti ditawarkan kedua tim. Di menit ke-36, Spaso kembali membuat peluang, namun tendangannya terlalu lemah dan bisa ditepis penjaga gawang PSGC. Tak lama berselang, untuk memperkuat sektor gedor, Manit ke-37 Pengganti Spaso oleh Tantan.
Legiun Import anyar PSGC, Moris Power lagi-lagi menghantui gawang Persib. Kali ini sepakan bola matinya hampir saja menjebol gawang Persib, sayang I Made bisa menepis.
Di menit ke-41 Supardi Natsir berhasil lolos dari jebakan offside barisan bertahan PSGC, namun tendangan kaki kirinya masih melambung di atas gawang.
Hingga akhir babak pertama, skor masih 1-0 untuk keunggulan PSGC. Setelah turun minum, ada perubahan komposisi di kubu Persib yang langsung mengganti dua penggawanya.
Coach Djadajng Nurdjaman memasukan Dias untuk menggantikan Abdul Rahman, sementara Taufiq digantikan Firman Utina. Sementara pihak lawan hanya mengganti Bima dan memasukan Rinto. (ryt/rie)













