Portal berita dari masyarakat untuk IndonesiaJaringan Media KRIEZ  •  Redaksi  •  Pedoman Media Siber  •  Pasang Iklan
Dari Kita • Untuk Indonesia
Rabu, 16 September 2026
Bandung, Jawa Barat
Berlangganan
TERKINIKemenkes dan CEPI Uji Kesiapsiagaan Target Vaksin 100 Hari untuk Ancaman Pandemi

Dorong Pertumbuhan Aset Bank Syariah

Oleh • 15 Juni 2016 • 08:31

darikita.com , DAGO – Pertumbuhan ekonomi syariah yang kian pesat membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) fokus mendorong pertumbuhan aset perbankan syariah. Ini untuk mengimbangi pasar ekonomi syariah yang terus meningkat.

”Pasar perbankan syariah di Jabar masih cukup besar dan layanannya belum merata karena volume asetnya belum begitu besar. Kami berharap ada pertumbuhan aset syariah yang signifikan,” kata Kepala Kantor Regional II OJK Jabar Sarwono di Bandung belum lama ini.

Dia mengakui, pertumbuhan perbankan syariah di Jabar terus meningkat, namun belum merata. Selain itu belum agresifnya perbankan syariah menembus pasar di daerah akibat keterbatasan modal dan minimnya sumber daya menusia (SDM). ”Perkembangannya cukup positif, namun belum seagreasif perbankan konvensional. Padahal pasarnya sangat besar,” katanya.

Dia menyebutkan, aset perbankan syariah yang beroperasi di Jawa Barat saat ini mencapai Rp 12 triliun. Salah satunya Bank Jabar Banten (BJB) Syariah yang terbesar dengan aset Rp 6 triliun dengan penyaluran pembiayaan mencapai Rp 4 triliun.

Sedangkan aset perbankan syariah lainnya volumenya masih kecil. Kendalanya adalah karena perbankan syariah yang berkantor pusat di Jakarta dan asetnya yang digulirkan di Jabar tidak terlalu signifikan.

Suwarno mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi kendala perkembangan syariah antara lain pemahaman soal ekonomi dan perbankan syariah yang belum merata. Selain itu, terbatasnya modal menghambat ekspansi, penetrasi, dan akselerasi bisnis.

Menurut dia sistem ekonomi syariah, termasuk jasa keuangan dan perbankan, diterapkan banyak negara maju. Pihaknya berkomitmen untuk mendorong pengembangan ekonomi syariah, terutama di daerah-daerah seperti mengembangkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) berbasis syariah.

Sementara itu, Ketua Dewan Audit sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJK, Ilya Avianti mengungkapkan, OJK akan terus mendorong pertumbuhan keuangan syariah di Jabar dari kota besar, hingga ke kabupaten. ”Terlebih di Jabar sektor ini menjadi basis terbesar secara nasional,” ujar Ilya.

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *