banner

6 Bocah Korban ”Main Belakang”

darikita 26 Mei 2016
KEBIRI BELUM PASTI: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharani saat menanyai para pelaku pencabulan geng SD-SMP di Surabaya. Pemerintah belum memberikan kepastian soal kebiri.
vertical banner

”Kejadian yang menimpa M, terjadi pada Jumat (13/5) lalu. Kelima anak yang lainnya pun diduga mengalami hal tersebut dalam rentang waktu yang berdekatan,” jelasnya.

Meskipun sudah terungkap, tuturnya, pihak keluarga korban tak mau ada proses hukum. Pasalnya mereka malu akan peristiwa yang menimpa anaknya. Oleh karena itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Save The Children untuk membantu memberikan penanganan bagi korban dan pelaku.

Selain penanganan bagi korban, semua pihak sedang melakukan pendekatan kepada pelaku sebagai upaya penanganan langsung. Pendekatan kepada pelaku dilakukan untuk mengetahui motif dari pelaku. Terlebih lagi, untuk mengungkap apakah pelaku pernah menjadi korban sebelumnya sehingga melakukan hal yang sama.

”Sampai saat ini, anaknya jika ditanya hanya diam, tak bereaksi sama sekali. Di lingkungan sekitarnya pun pelaku termasuk pendiam. Kami belum tahu motif perbuatannya. Namun keluarga pelaku sudah meminta, jika sulit diatasi, keluarga setuju jika AR perlu dibawa untuk rehabilitasi,” jelasnya.

Kepala Desa Maleber Deden Jamaludin, mengatakan, pihak desa belum mendapatkan laporan secara langsung dari warga. Namun, kata dia, pihaknya mendapatkan informasi dari perangkat desa.

”Kami mendapatkan info dari perangkat desa ada kejadian sodomi. Kami juga sudah serahkan kepada Save The Children untuk mengurusinya. Kami berharap para korban ini tidak menjadi ‘predator’ nantinya. Maka dari itu pembinaan secara rutin juga akan kami lakukan,” tuturnya.

Sementara itu,  Kepala Bidang Advokasi P2TP2A, Lidya Indayani Umar menuturkan bahwa keluarga korban keberatan untuk melakukan proses hukum. Pihaknya berpendapat, warga belum sadar bahwa kasus kekerasan terhadap anak tak bisa ditolerir.

”Kejadiannya tak hanya menimpa satu anak, tetapi anak enam anak. Kami yakin, jika sudah memakan 2 sampai 3 korban, biasanya masih banyak korban lainnya. Jika tak diberi efek jera, pelakunya akan terus berkeliaran,” kata dia.

Untuk Anda
Terbaru