darikita.com, Telah resmi ditutup oleh Pemerintah Kota Bandung, praktik prostitusi Saritem kembali berulah. Tak jauh berbeda dengan kasus PKL yang merajalela, komplek ini pun kembali lagi beroperasi setelah Mei 2015 ditutup.
“Seperti penataan PKL, ada sekian persen yang suka nyuri-nyuri,” ujar Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.
Lanjut Ridwan Kamil, program kredit melati bisa menjadi solusi bilamana mereka berniat mengubah kehidupannya lebih baik lagi. “Warga itu sudah kami tawari untuk menggambil Kredit Melati. Yang penting ada usaha dan kemauan. Saya siapkan solusi ekonominya asal mau benar,” lanjutnya.
“Cuma belum ada referensi aturannya. Kalau bisa, ada aturan yang menghukumg lelakinya, penggunanya dan konsumennya. Tapi cantolan hukumnya apa, saya enggak tahu,” jelas Ridwan Kamil.
Pihaknya akan terus melakukan koordinasi dan menindaklanjuti perihal permasalahan pada kompleks ini. “Terakhir sudah digrebek, sudah dikunci. Kalau masih begitu, saya akan koordinasi dengan kepolisian supaya ada konsistensi dalam menegakan aturan di sana. Nggak ada pembekingan. Kalau ada saya lawan,” tutupnya. (Rdk)













