Portal berita dari masyarakat untuk IndonesiaJaringan Media KRIEZ  •  Redaksi  •  Pedoman Media Siber  •  Pasang Iklan
Dari Kita • Untuk Indonesia
Rabu, 16 September 2026
Bandung, Jawa Barat
Berlangganan
TERKINIKemenkes dan CEPI Uji Kesiapsiagaan Target Vaksin 100 Hari untuk Ancaman Pandemi

Ancam Jembatan Lain

Oleh • 11 Oktober 2016 • 08:28

BANDUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran melansir, ada dua warga meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor di Kecamatan Langkaplancar dan Kalipucang, Minggu (9/10). Keduanya tewas tertimbun longsor.

”Korban warga Kecamatan Kalipucang dan Langkaplancar, meninggal karena tertimbun material longsor,” kata Kepala Pelaksana BPBD Pangandaran Nana Ruhsena, kemarin (10/10).

Dia mengatakan, korban teridentifikasi Iqbal, 7, warga Ciparakan, Kecamatan Kalipucang dan Barjo, 53, warga Dusun Cirando, Desa Jatimulya, Kecamatan Langkaplancar.

Kedua korban tersebut dibawa ke puskesmas terdekat, selanjutnya diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan. ”Kedua korban jiwa karena bencana longsor. Sedangkan bencana banjir tidak ada korban jiwa,” katanya.

Dia mengatakan, hujan deras yang berlangsung sejak Sabtu (8/10) sampai Minggu (9/10) menyebabkan banjir bandang dan longsor melanda beberapa daerah di Pangandaran. Banjir luapan sungai tersebut menyebabkan pemukiman penduduk terendam, bahkan harus mengungsi untuk menghindari bahaya banjir.

Selain merendam rumah dan badan jalan nasional, jembatan utama menghubungkan Pangandaran-Ciamis amblas sehingga tidak dapat dilalui kendaraan. ”Jembatan di Putrapinggan amblas akibatnya jalan terputus,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan, segera memperbaiki jembatan Putrapinggan di Pangandaran yang rusak diterjang air sungai. Sebab, jembatan tersebut memiliki peran cukup vital untuk lalu lintas kendaraan di jalur nasional.

Heryawan mengatakan, Dinas Bina Marga Jawa Barat sudah melakukan langkah teknis dengan memasang bailey (jembatan sementara). Sehingga transportasi tidak terlalu tersendat.

”Bailey dipasang satu arah dulu untuk darurat. Kemudian, nanti akan dipasang lagi agar bisa dua arah,” kata Heryawan di Gedung Sate, kemarin (10/9).

Berdasarkan Informasi yang dia peroleh, ambrolnya jembatan itu diakibatkan oleh arus air deras yang membawa berbagai material seperti batu, lumpur dan puing-puing kayu. Akibat kejadian ini, pihaknya akan segera melakukan pembangunan kembali jembatan tersebut dengan kontruksi lebih kokoh. ”Tapi, pondasi sekuat apapun, ketika banjir bandang, ya begini,” katanya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *