banner

ASN Pemprov Jabar Kurban 374 Ekor Sapi

darikita 23 Agustus 2018
ACHMAD NUGRAHA/JABAR EKSPRES ANTRE DAGING: Sejumlah warga mengantre saat pembagian daging kurban usai menunaikan shalat Iedul Adha di Halaman Masjid Raya Bandung, Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, kemarin (22/8).
vertical banner

BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan jumlah hewan pada peringatan Hari Raya Idul Adha 1439 H meningkat dibanding tahun lalu. Tercatat, ada 374 ekor sapi dan 1.018 domba dikurbankan dari 2.134 Aparatur Sipil Negara (SSN) di luar guru dan pengawas di lingkungan Pemprov Jabar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Iwa Kar­niwa mengungkapkan, sejum­lah hewan kurban tersebut dikoordinir Pemprov Jabar dan Dewan Keluarga Masjid (DKM), termasuk pihak yayasan. Selain itu, ada juga ASN yang secara personal berkurban di tempat tinggal dan juga kampung ha­laman masing-masing.

”Itu yang tercatat dan yang tidak tercatat jauh lebih ba­nyak lagi karena kadang-ka­dang orang beribadah tidak ingin disebut namanya,” kata Iwa usai Solat Idul Adha di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, kemarin (22/8).

Dikatakan Iwa, penyembe­lihan hewan kurban akan dilakukan di beberapa titik, yaitu Komplek Gedung Sate, Pusat Dakwah Islam Jawa Barat (Pusdai Jabar) serta di Rumah Dinas Gubernur Jawa Barat Gedung Pakuan. Para ASN tersebut juga ada yang berkurban melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), ter­masuk di sejumlah Organi­sasi Perangkat Daerah (OPD).

”Ini hanya Pemprov, dan di kampung halaman manfaat­nya justru lebih dirasakan oleh yang membutuhkan. Jadi, yang lebih besar bukan di sini tapi di kampung-kampung hala­man,” kata dia.

Beberapa daerah yang men­jadi prioritas, lanjut Iwa ada­lah wilayah Jawa Barat bagian selatan seperti Garut Selatan, Cianjur Selatan dan Tasik Selatan. Pada peringatan Idul Adha tahun 2018, Iwa juga menyumbang beberapa ekor sapi yang diharapkan berman­faat bagi masyarakat.

”Saya Alhamdulillah cukup, tujuh kecamatan di Garut Selatan dan di Ciamis tempat kelahiran, paling tidak untuk dua kampung,” kata dia.

Di tempat terpisah, Pusdai Jabar menyembelih sebanyak tiga ekpr sapi dan dua ekor domba. Hewan-hewan kurban tersebut disumbangkan ma­syarakat dan sejumlah pen­gusaha yang ada di kawasan Pusdai. Adapun satu dari tiga ekor sapi adalah sumbangan dari Pemprov Jabar.

Ketua Panitia Kurban Pusdai Jabar, Rahmat Alamsyah menu­turkan, setiap tahun pihaknya selalu menerima bantuan hewan kurban untuk dibagi­kan kepada masyarakat. Namun, untuk tahun ini ter­dapat penurunan bantuan karena pemerintah memper­bolehkan hewan kurban di­potong di tempat masing-masing.

”Sebenarnya ada lima dom­ba lagi bantuan dari yayasan tapi tidak dipotong di sini. Me­reka juga perlu dokumentasi dan dipotong di tempat masing-masing, nanti dagingnya akan diambil pihak Pusdai untuk dibagikan,” kata Rahmat.

Sesuai imbauan Dinas Ke­tahanan Pangan dan Peterna­kan (DKPP) Jawa Barat, pada tahun ini terdapat teknik penyembelihan yang ber­beda. Penyembelihan hewan kurban harus mengacu pada tiga aspek, yaitu Syar’i, Modern dan Ramah Lingkungan.

Rahmat memaparkan, penyembelihan hewan kurban juga harus seuai animal wa­refair atau kesejahteraan agar tidak menyebabkan rasa sakit bagi hewan tersebut. Untuk itu, pihaknya menyiapkan beberapa peralatan seperti golok tajam agar penyembe­lihan tidak menyiksa.

Selain itu, untuk proses pe­recahan dan proses pengema­san, Pusdai juga memisahkan wadah antara daging dan jeroan menjadi dua kemasan yang berbeda. (mg1/ign)

Untuk Anda
Terbaru