Portal berita dari masyarakat untuk IndonesiaJaringan Media KRIEZ  •  Redaksi  •  Pedoman Media Siber  •  Pasang Iklan
Dari Kita • Untuk Indonesia
Rabu, 16 September 2026
Bandung, Jawa Barat
Berlangganan
TERKINIKemenkes dan CEPI Uji Kesiapsiagaan Target Vaksin 100 Hari untuk Ancaman Pandemi

Bappeda Dampingi Pembangunan Venue PON

Oleh • 22 Juni 2015 • 17:14
SIAPKAN VENUE: Pekerja menyelesaikan rehabilitasi venue Sepatu Roda di Lapangan Saparua, Jalan Ambon, Kota Bandung, Minggu (21/6). Pengerjaan dilakukan untuk menghadapi PON XIX yang akan digelar tahun 2016 mendatang
SIAPKAN VENUE: Pekerja menyelesaikan rehabilitasi venue Sepatu Roda di Lapangan Saparua, Jalan Ambon, Kota Bandung, Minggu (21/6). Pengerjaan dilakukan untuk menghadapi PON XIX yang akan digelar tahun 2016 mendatang

Darikita.com, BADAN Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat akan melakukan pendampingan terhadap organisasi perangkat daerah (OPD) terkait pembangunan venue PON XIX Jawa Barat 2016 seperti Dinas Olahraga dan Pemuda serta Dinas Pemukiman dan Perumahan.

”Kami siap melakukan pendampingan karena kami memiliki perencanaan tentang pembangunan venue PON tersebut,” kata Kepala Bappeda Jawa Barat Denny Juanda.

Dia menuturkan, pendampingan kepada OPD tersebut dilakukan karena ada sejumlah pembangunan venue PON XIX yang terlambat atau tidak sesuai target.

”Jadi akan kami cek, disesuaikan dengan rencana besar kami. Diwanti-wanti, harus diselesaikan sekarang, di APBD perubahan. Jadi, kalau mau nyeberang molor pengerjaannya, hanya proses akhir saja, sampai Maret 2016,” kata dia.

Sejumlah pembangunan venue PON yang terlambat, kata dia, di antaranya sarana olahraga (Sport Center) Arcamanik Kota Bandung serta velodrome sepeda di Kota Cimahi dan Kabupaten Ciamis.

Selain itu, lanjut dia, terdapat sejumlah venue PON yang belum memiliki akses jalan seperti track sepeda motor di Kabupaten Subang serta lintasan pacuan kuda di Kabupaten Pangandaran masih terkendala pembebasan lahan yang akan dijadikan akses jalan.

”Jadi di 15 kabupaten/kota juga akses dari jalan provinsi ke lokasi, itu belum dikerjakan juga. Memang ada keterlambatan,” katanya.

Menurut dia, selain pembangunan venue, pengadaan alat olahraga pun ada yang belum dikerjakan dan hal ini harus segera dilakukan terutama yang didatangkan dari luar negeri.

”Jika yang tidak impor nanti saja 2016 awal. Yang pasti harus sekarang. Kalau enggak Belum gagal tender. Sekarang trend-nya kan gagal tender,” ujar dia.(ant/mio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *