banner

Curigai Motif Perampokan

darikita 29 Desember 2016
HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS JELANG DIMAKAMKAN: Sejumlah kerabat dan keluarga dari Dodi Triono Korban pembunuhan di Pulomas disalatkan di Masjid At Taubah, Jakarta, Rabu (28/12).
vertical banner

Iriawan mengatakan, awalnya saat menganalisa CCTV itu petugas cukup kewalahan. Sebab, topi dan kacamata pelaku menghalangi analisa identitas keempatnya. ”Sulit mengenali pelaku karena pakai topi dan kacamata,” ujarnya jenderal bintang dua tersebut.

Namun polisi tidak kehabisan akal. Pemeriksaan dilakukan lebih detil, salah satu yang membuat polisi bisa mengenali pelaku adalah cara jalannya. ”Salah seorang pelaku jalannya pincang. Cara jalan pelaku yang pincang itu membuat petugas menduga pelaku adalah Ramlan,” terangnya.

Ramlan merupakan penjahat kambuhan. Ramlan telah berulangkali masuk penjara karena melakukan kriminal. Petualangan kejahatan kali pertamanya terendus pada 2001 lalu. Kejahatannya saat itu sama seperti sekarang, perampokan dengan kekerasan. ”Terakhir Ramlan merampok WN Korea di Depok 2012 lalu. Uang sebesar Rp 200 juta berhasil dikurasnya. Dan waktu itu belum tertangkap dan berstatus DPO,” paparnya.

Ramlan dikenal sebagai perampok kelas kakap. Dia hanya mengicar perhiasan, uang, dan benda-benda berharga. Alasanya karena barang-barang tersebut mudah dijual cepat dengan harga tinggi. ”Kalau kendaraan lebih lama proses jualnya,” tuturnya mantan Kadivpropam Mabes Polri tersebut.

Iriawan mengatakan, dugaan awal motif pembunuhan itu murni perampokan, namun masih perlu dikembangkan. Kemungkinan pelaku panik karena jumlah penghuni rumah yang cukup banyak. Para pelaku akhirnya memutuskan menyekap penghuni rumah di kamar mandi. Tujuannya agar mereka bebas melakukan aksinya itu.  ”Jadi senpi dan sajam itu digunakan untuk menakuti korban. Bukan digunakan untuk membunuh. Karena korban tewas akibat kekurangan oksigen,” tambah dia.

Dia menyatakan, untuk identitas dua pelaku lainnya belum bisa disebutkan. Yang pasti, dua pelaku lainnya sampai saat ini masih dalam pengejaran. Pengejaran dilakukan di tiga wilayah. Bekasi, Cianjur, dan Bandung. Sebab informasi yang diterima para pelaku bersembunyi di lokasi tersebut.

Untuk Anda
Terbaru