banner

Dilarang Selfie di Nagrek

darikita 8 Juli 2015
MIFTAHULHAYAT/JAWA POS DISKON TOL: Sejumlah mobil melintas di jalan bebas hambatan di kawasan Taman Mini, Jakarta, kemarin (7/7). Mulai hari ini pemerintah memberikan diskon di seluruh jalan tol di indonesia sebesar 25 - 35 persen yang berlaku hingga Rabu 22 juli 2015.
vertical banner
MIFTAHULHAYAT/JAWA POS DISKON TOL: Sejumlah mobil melintas di jalan bebas hambatan di kawasan Taman Mini, Jakarta, kemarin (7/7). Mulai hari ini pemerintah memberikan diskon di seluruh jalan tol di indonesia sebesar 25 - 35 persen yang berlaku hingga Rabu 22 juli 2015.
MIFTAHULHAYAT/JAWA POS
DISKON TOL: Sejumlah mobil melintas di jalan bebas hambatan di kawasan Taman Mini, Jakarta, kemarin (7/7). Mulai hari ini pemerintah memberikan diskon di seluruh jalan tol di indonesia sebesar 25 – 35 persen yang berlaku hingga Rabu 22 juli 2015.
Target Macet Susut 40 Persen

darikita.com, SOREANG – Kapolres Bandung AKBP Erwin Kurniawan melarang para pemudik untuk melakukan foto selfie di kawasan terowongan Nagrek. Selain menghambat, aktivitas tersebut diprediksi akan menjadi faktor kemacetan.

”Memang di kawasan itu pemandangannya sangat bagus sehingga banyak yang selfie di sana. Tapi tanpa disadari hal tersebut justru mengganggu lalu lintas dan membahayakan,” ujar Erwin usai rapat koordinasi di Gedung Mochamad Toha Komplek Pemkab Bandung kemarin (7/7).

Dia mengatakan, kegiatan berfoto yang dilakukan di jalur cepat tersebut secara tidak langsung akan mengganggu konsentrasi pengendara lain yang melintas. Untuk mengantisipasinya, kepolisian akan menempatkan personel dan memasang spanduk larangan. ”Nanti kita pasang spanduk agar tak selfie di lingkar Nagrek. Jangan sampai mau foto-foto tapi malah membuat celaka,” ujarnya.

Dengan dipasangnya spanduk larangan itu,dia berharap akan mengurangi risiko kecelakaan yang kerap terjadi pada saat arus mudik atau arus balik.

Sementara itu, menanggapi angka kecelakaan yang terus terjadi di tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menilai kecelakaan iitu disebabkan kesalahan atau kelalaian manusia (human error). Dia menilai, pihaknya selama ini kerap melakukan pengecekan berkala terhadap tol terpanjang di Indonesia tersebut.

Menyikapi hal itu, Deddy mengatakan, segera melengkapi kawasan rest area di sepanjang jalur Tol Cipali.

Menurut informasi yang dihimpun Bandung Ekspres, di sepanjang Jalur Cipali (188 kilometer), sudah tersedia delapan tempat peristirahatan per 30 kilometer. Empat rest area yang ke arah timur, dan empat lainnya yang ke arah barat.

”(Tol Cipali) itu mulus, saya cek siang dan malam hari, dan enak. Bahkan jalanannya lebih bagus dari tol Cipularang,” jelas dia saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana usai menemui Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

Dia juga merinci, fasilitas lain seperti musala dan tempat makan, serta berbagai fasilitas peristirahatan lainnya akan terus ditambah seiring mendekatnya waktu mudik lebaran tiba. Namun, dirinya juga tetap menegaskan, perlunya penyempurnaan seperti pemasangan rambu-rambu jalan, kemudian tempat peristirahatan, dan petugas patroli yang harus terus ditingkatkan. Tapi, untuk sementara Tol Cipali layak pakai untuk alternatif mudik lebaran 2015. ”Ini kan darurat. Jadi, bisa kita pakai buat mudik lebaran,” terang dia.

Di bagian lain, Deddy mengimbau kepada para pengemudi dan pengendara kendaraan yang akan melintasi Tol Cipali untuk mengedepankan persiapan diri dan juga kondisi kendaraan yang dipakai. ”Taati aturan lalu lintas, aturan berkendaraan, cek kendaraan itu sehat atau tidak, dan badan segar, jang lupa baca Bismillah. Kemudian muatan, kecepatan dan kondisi sopir juga perlu diperhatikan,” papar dia.

Sementara itu, mengenai adanya fasilitas Gerbang Tol Otomatis (GTO) di beberapa tol jalur mudik, seperti Tol Pasteur, Tol Moch Toha, dan beberapa tol lainnya nyatanya belum diketahui Dinas Perhubungan Kota Bandung.

Kepala Bidang Operasional IW Ginting mengaku, pengadaan fasilitas tersebut merupakan kewenangan sepenuhnya dari Jasa Marga. ”Itu kewenangan sepenuhnya ada di Jasa marga, mengenai operasional dan fasilitator lainnya itu kebijakan mereka,” terang dia.

Sementara itu, para pemudik pengguna jalur darat di seluruh tanah air mulai bisa merasakan keringanan membayar (diskon) tarif tol sebesar 25 – 35 persen mulai pukul 00.00 Selasa tengah malam (7/7). Bukan hanya tol yang dikelola BUMN (Jasamarga), diskon juga diberlakukan di jalur tol yang dioperatori swasta selama enam belas hari hingga Rabu 22 Juli 2015 pukul 24.00 mendatang.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menyatakan, diskon mulai dari H-10 sampai H+5 tersebut ditujukan agar ada prioritas pengguna jalan menggunakan jalur tol. ”Dengan begitu, diharapkan kemacetan juga bisa dikurangi,” kata Basuki, di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin (7/7).

Pemerintah menarget, dengan kebijakan tersebut, kemacetan nantinya akan bisa dikurangi setidaknya hingga 40 persen dibanding tahun lalu. ”Ini juga hadiah bagi para pemudik di seluruh tanah air,” tandasnya.

Corporate Secretary PT Jasa Marga Mohammad Sofyan menuturkan, ada dua skema yang dilakukan pihaknya. Pertama, potongan 35 persen untuk seluruh ruas jalan tol yang dioperasikan PT Jasa Marga (persero) tbk. Sedangkan kedua, sebesar 25 persen untuk jalan tol dalam kota yang dioperasikan bersama dengan PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP). ”Ini berlaku untuk semua golongan,” ujarnya saat dihubungi kemarin.

Dengan adanya diskon lebaran itu, lanjut dia, maka tarif tol untuk kendaraan jenis sedan, jip, pikap/truk kecil dan bus turun dari Rp 8 ribu jadi Rp 6 ribu. Sedangkan, truk ganda dengan dua sumbu roda, dari Rp 10 ribu jadi Rp 7.500.

Demikian untuk lainnya. Diakui Sofyan, secara teoritis pemberlakuan ini akan berdampak pada pengurangan pendapatan operator. Namun, di sisi lain pihaknya melihat adanya kemungkinan potensi peningkatan jumlah pengguna. Selain itu, dia turut memastikan jika diskon yang diberikan tidak akan mengurangi pelayanan yang diberikan pada pengguna jalan bebas hambatan itu.

Sementara itu, khusus untuk keamanan berkendaraan di tol, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengimbau agar para pengguna jalan berhati-hati dan memaksakan untuk bisa cepat sampai di tujuan.

Sebab, lanjut dia, bagaimanapun kondisi ketahanan tubuh dalam berkendara itu ada batasnya. ”Kalau kondisi capek, ada tempat istirahat, manfaatkan tempat itu untuk istirahat,” saran Badrodin.

Di samping itu, imbuh dia, masyarakat pengguna jalan tol wajib menaati aturan lalu lintas. Termasuk, aturan batas kecepatan. ”Kecepatan ini kadang dilanggar karena mungkin lengang sehingga kecepatan dipacu melebihi yang ditentukan,” tandasnya. (fie/mg15/dyn/mia/kim/rie)

Untuk Anda
Terbaru