
ERATKAN SILATURAHMI: Siswa baru di SDN Cibiru menyalami setiap guru pada hari pertama masuk sekolah, kemarin (27/7). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan rasa persaudaraan antara guru, murid dan orangtua murid.
darikita.com, SUMUR BANDUNG – Memasuki tahun ajaran baru, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Siswa (MPLS) dimulai. Namun, kegiatan penyambutan siswa baru yang cenderung menindas secara fisik dan psikis harus dihentikan. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, akan menerapkan sanksi berat terhadap kepala sekolahnya apabila terjadi perpseperti itu di sekolahnya.
’’Kita akan ganti kepala sekolahnya (juga),’’ tegas dia saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, kemarin (27/7).
Secara teknis, jelas Ridwan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Bandung untuk mengantisipasi kegiatan perploncoan. Senioritas sajam kata Ridwan, pihaknya tidak menyetujui. Apalagi perploncoan. ’’Itu minggu ini kita diskusikan. Saya tidak setuju adanya senioritas, apalagi adanya kekerasan fisik. Dan saya akan pastikan ke Disdik itu tidak akan terjadi di Kota Bandung,’’ jelas dia.
Pria yang akrab disapa Emil ini menilai, kegiatan MPLS perlu diarahkan ke yang lebih mendidik. Sebab, menurut pantauan Emil, para pelajar di Kota Bandung belum mengenal pendidikan karakter. Dia mencontohkan, percakapan di sosial media antar pelajar mengunakan bahasa yang kasar meski tidak saling tersinggung. Jadi, yang dibutuhkan itu anak-anal sekolah Bandung menjadi lebih sopan.
‘’Contoh kecil ke saya lapor di Twitter, dia menyanjung tapi bahasanya kasar. Pak aing mahbahagia Alun-Alun jadi alus (red.pak saya bahagia, Alun-Alun jadi bagus). Maksudnya kanbaik, cuma pilihan bahasanya tidak bisa membedakan,’’ ujar dia.
Dari hasil pantauan, untuk hari pertama masuk sekolah di SDN Cibiru kemarin (27/7), rata-rata siswa di sekolah hanya melaksanakan halal bi halal. Para guru juga mengenalkan diri dan meminta siswa saling berkenalan.
Sementara itu di SMAN 23 Bandung, program MPLS pun sudah direncanakan sejak jauh hari. Bahkan, pihak sekolah telah bekerjasama dengan instansi pemerintahan untuk menyukseskan kegiatan MPLS. Seperti, Dinas Penanggulangan dan Pencegahan Kebakaran (DPPK) Kota Bandung untuk memberikan pengetahuan penanggulangan kebakaran kepada siswa dan siswi peserta MPLS.
’’Kita kerja sama dengan dinas kebakaran yang nantinya akan ada simulasi penanganan kebakaran untuk memperkenalakan lingkungan sekolah. Itu nanti hari Rabu kegiatannya (besok),’’ ujar Wakasek Kesiswaan SMAN 23 Bandung Tedi, kemarin (27/7).
Tedi menjelaskan, simulasi kebakaran sangat diperlukan. Mengingat, akhir-akhir ini musibah kebakaran banyak terjadi di Kota Bandung. Hari berikutnya (Kamis), SMAN 23 Bandung akan mengundang dari Badan Geologi untuk memberikan pengetahuan terkait bencana alam. ’’Karena kan kita kalau ada bencana alam seperti gempa nggak tahu penanganannya. Jadi kita lakukan simulasi bencana,’’ ujar dia.
Pihaknya juga akan memberikan materi-materi berkaitan dengan pembelajaran. Pemateri sendiri merupakan guru-guru di SMAN 23 Bandung. ’’Kurikulum yang berkaitan dengan pembelajaran juga kita berikan untuk mereka,’’ terang dia.
Terkait isi kegiatan di dalam MPLS, kata dia, pihak sekolah tidak akan memberatkan para peserta. Sesuai aturan yang diberikan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, untuk MPLS di SMAN 23 pun akan dilaksanakan sesuai anjuran yang diisi kegiatan positif. ’’Kalau ada tugas, itu berkaitan dengan isi materi yang nanti akan diberikan. Atau mungkin nanti dikondisikan sesuai arahan membawa bunga satu kelas dua (batang),’’ jelas dia.
Terkait dengan praktik perploncoan, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengaku, pernah mengalaminya. Yakni, saat mengikuti masa orientasi siswa tingkat SMP di tempat kelahirannya, Kabupaten Sukabumi. ’’Saat itu saya disuruh merayu tiang listrik. Ya seniorkan waktu itu nggak pernah salah,’’ kata dia di Gedung Sate kemarin (27/7).
Karena itu, dia menyatakan sependapat dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan yang menilai masa orientasi siswa (MOS) tahun ajaran baru boleh dilakukan. Asal tanpa kekerasan. Perpeloncoan yang ada unsur “mem-bully” kepada siswa baru, menurut dia, sangat tidak dibenarkan dan tidak mendidik. ’’Bahkan kalau ada sekolah yang masih memberlakukan perploncoan dan bully, saya kira harus dipecat kepala sekolahnya, saya setuju,’’ kata dia.
Sebelumnya, Kepala Disdik Kota Bandung Elih Sudiapermana mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan surat edaran kepada setiap kepala sekolah untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang merugikan. ’’Kita kan inginnya mendidik, misalkan baju harus rapih tapi kalau tiba-tiba coreng moreng kan nggak jelas,’’ ujar Elih di kantornya. (fie/ant/tam)













