Portal berita dari masyarakat untuk IndonesiaJaringan Media KRIEZ  •  Redaksi  •  Pedoman Media Siber  •  Pasang Iklan
Dari Kita • Untuk Indonesia
Selasa, 15 September 2026
Bandung, Jawa Barat
Berlangganan
TERKINIFEKDI 2026 Digelar 24–26 September, BI Dorong Ekonomi dan Keuangan Digital

Hari Pertama Ujian, Siswa SD Terusir

Oleh • 16 Mei 2017 • 03:09

darikita.com, SUMEDANG – Hari pertama ujian sekolah (US) kelas Vl SD Kirisik, Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang harus numpang di sekolah lain. Ini terjadi akibat penyegelan ruang kelas SDN tersebut sedang digugat oleh ahli waris pemilik lahan. Akhirnya, para siswa harus numpang di SDN Pajagan.

Hal itu dilakukan, agar pelaksanaan US bisa dilakukan dengan nyaman dan kondusif. Mengingat ruang kelas VI SDN Kirisik dan dua ruangan kelas lainnya masih dalam penyegelan.

Kepala Sekolah SDN Kirisik Eti Rohaeti menyebutkan, pihaknya mengambil langkah memindahkan tempat US itu, untuk menjaga kenyamanan para siswa dalam mengerjakan soal US.

”Awalnya saya juga kaget ada penyegelan sekolah. Sebelumnya padahal saya sudah mempersiapkan ruang kelas VI untuk ujian. Bangku meja sudah diatur,” ujar Eti, kemarin (15/5).

Kepala UPT Pendidikan Ke­camatan Jatinunggal, Mumu menyebutkan, pihaknya sedang berusaha untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Persoalan tersebut memang sudah be­berapa kali disampaikan ke pihak Dinas Pendidikan.

Namun demikian, dirinya tanggung jawab pelaksanaan US siswa SDN Kirisik bisa dijamin lancar dan berjalan normal meski dilakukan di sekolah lain.

Terpisah, pihak penggugat menyatakan, belum akan membuka segel sebelum ada penyelesaian dari pihak ter­kait. Ahli waris seperti yang dikatakan Sahidin, sebenarnya sudah menawarkan hal ter­mudah dengan meminta lahan tanahnya seluas 50 bata di­bayar dengan Rp 250 juta.

Sahidin mengatakan, penye­gelan dilakukan karena pi­haknya sudah bosan beru­langkali menyampaikan persoalan ini. Namun tak kunjung mendapat respon. ”Kami punya bukti-bukti kuat kepemilikan lahan ter­sebut. Kami hanya mengam­bil hak kami,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kirisik Papat saat dihubungi melalui ponsel menerangkan, pihak desa selama ini sudah melakukan empat kali mu­syawarah antar ahli waris, Muspika dan pihak UPTD pendidikan. Utamanya, men­cari solusinya, namun sampai sekolah tersebut solusi terse­but tidak juga tergambarkan.

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *