Portal berita dari masyarakat untuk IndonesiaJaringan Media KRIEZ  •  Redaksi  •  Pedoman Media Siber  •  Pasang Iklan
Dari Kita • Untuk Indonesia
Selasa, 15 September 2026
Bandung, Jawa Barat
Berlangganan
TERKINIBMKG: El Niño Kuat Diprediksi Bertahan hingga Awal 2027

Hujan Es Bukan Fenomena Baru

Oleh • 30 Maret 2017 • 08:09
Ilustrasi cuaca ekstrem dan hujan untuk peringatan BMKG di Jawa Barat

darikita.com, JAKARTA – Transisi musim atau pancaroba seringkali diiringi dengan hujan lebat disertai angin kencang dan petir. Bahkan, di beberapa tempat disertai pula dengan fenomena hujan es berukuran sejempol kaki orang dewasa di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan, Selasa (28/3). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut fenomena hujas es itu bisa terjadi di daerah lain.

Hujan es atau yang biasa disebut hail memang bukan fenomena baru. Sudah pernah terjadi sebelumnya bukan hanya di Jakarta saja. Misalnya pada 2016 hujan es di Bandung, Malang (2013 dan 2007), Jogjakarta (Januari 2017), dan Surabaya (awal Maret 2017).

Selasa sore, hujan es itu salah satunya jatuh di kawsan sekitar Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Qibran Noval Boften, salah seorang pengendara, mengungkap agak kaget saat mendengar suara benda jatuh dari atap tempat dia berteduh. Padahal sebelumnya hujan deras itu biasa saja.

Dia lantas memeriksa dan agak kaget karena yang jatuh itu bongkahan es. Ukuranya ada yang sampai sejempol kaki orang dewasa. ”Es batunya bentuknya khas. Ada embun putih di bagian tengahnya,” ungkap mahasiswa asal Cilengsi, Bogor itu.

Hujan es sekitar pukul 15.10 itu berlangsung sekitar 30 menit. Dia sempat mengambil beberapa bongkahan es tersebut dan memfotonya. ”Baru kali ini saya lihat langsung,” ujar dia.

Humas BMKG Hary T Djatmiko mengungkapkan fenomena hujas es itu punya beberapa indikasi. Di antaranya sehari sebelumnya udara pada malah hari hingga pagi terasa panas dan gerah. Selain itu, pada pagi hari awan Cumulus berbentuk putih berlapis-lapis mulai tumbuh. Berikutnya awan tersebut berubah cepat mejadi awan abu-abu atau cumulonimbus (Cb).

Laman: 1 2 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *