banner

Hujan Es Bukan Fenomena Baru

darikita 30 Maret 2017
FENOMENA PANCAROBA: BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap angin kencang dan petir. Fenomena saat pancaroba tersebut bisa terjadi di mana saja.
vertical banner

”Kalau syarat dan ketentuan itu dipenuhi bisa saja terjadi hujan es. Di manapun,” ujar dia kemarin. Selama ini tidak ada laporan kerusakan yang cukup parah dari hujan es tersebut. Hanya saja cukup menganggu pengendara di jalan.

Yang perlu lebih diwaspadai adalah hujan tersebut bukan hanya disertai bongkahan es batu. Tapi, juga angin kencang dan petir. Inilah yang berbahaya. Masyarakat yang berteduh dari hujan seperti itu diharapkan tidak menempati bangunan semi permanen atau pepohonan. Lantaran rawan roboh.

”Lebih baik cari bangunan yang permanen untuk berteduh,” tegas dia. Hujan disertai angin kencang dan petir itu biasanya terjadi bila dalam satu hingga tiga hari sebelumnya tidak hujan.

Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menuturkan hujan deras di Jakarta Selasa kemarin disertai dengan sebelas pohon tumbang. Lokasinya berada di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. ”(Hujan es) setahu saya di Pasar Minggu, Bambu Apus, Cinere, dan Cibubur,” ujar dia.

Tidak ada laporan resmi dari BPBD DKI Jakarta terkait lokasi hujan es. Hujan es di Jakarta ini berasal dari awan Cumulonimbus bersel tunggal berlapis-lapis dengan pertumbuhan vertikal sampai tinggi 30.000 kaki dan luasan horisontal awan sekitar 3-5 km. ”Kejadian lokal dan singkat kurang dari 5 menit. Jakarta pernah hujan es pada tahun-tahun sebelumnya,” jelas dia.

Dia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati selama musim pancaroba. Sebab, bencana hidrometrologi juga masih berpotensi terjadi sebelum musim kemarau melanda. Bahkan, jumlah bencana tahun ini lebih banyak dari pada tahun lalu.

”Sebab awal 2016 masih dipengaruhi oleh El Nino sehingga hujan di awal 2016 masih di bawah pola normalnya. Kemudian hujan baru meningkat pada pertengahan 2016 saat ada La Nina menguat sehingga menyebabkan banjir dan longsor selama musim kemarau,” ujar dia.

Untuk Anda
Terbaru