banner

Infrastruktur Dongkrak Ekonomi

darikita 18 Januari 2016
AMRI RACHMAN DZULFIKRI/BANDUNG EKSPRES PEMBETONAN: Kendaraan melintasi jalan pasca proyek betonisasi di Jalan Sriwijaya, Kota Bandung, belum lama ini. pembangunan jalan bisa menumbuhkan perekonomian warga karena akses mudah.
vertical banner

darikita.com, Pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat diprediksi akan semakin baik jika proyek pembangunan sejumlah infrastruktur dirampungkan. Seperti diketahui, saat ini tengah direncanakan pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung serta pembangunan beberapa proyek jalan tol.

Bahkan, pembangunan jalan tol ini beberapa di antaranya mulai dilakukan. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar Hening Widiatmoko memprediksi, pembangunan infrastruktur tersebut akan memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Jabar.

”Manfaatnya bagi Jabar ya dengan adanya moda transportasi cepat, akan membuka arus kemajuan yang kita dapatkan,” kata Widi di Bandung kemarin (17/1). Sebagai contoh, kata Widi, pembangunan jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) dapat membuka akses pertumbuhan bisnis di kawasan Sukabumi.

Selama ini, geliat bisnis di kawasan tersebut belum tergali secara optimal akibat tidak mudahnya akses. Selain jarak, kemacetan pun menjadi kendala utama. Padahal, potensinya cukup besar, salah satunya dari sektor pertanian. ”Bocimi ini bagus untuk membuka sentra kawasan ekonomi di Jabar. Jadi tidak hanya di utara atau tengah, tapi juga di selatan,” katanya.

Hening pun mengingatkan setiap kepala daerah di Jabar agar peka terhadap setiap perubahan yang terjadi. Hal ini penting agar pembangunan yang ada bisa dimanfaatkan dengan baik serta semakin menghidupkan aktifitas perekonomian yang sudah berjalan.

Pemerintah daerah harus berkaca pada pembangunan jalan tol Cileunyi-Purwakarta-Padalarang yang berdampak banyaknya pelaku usaha di jalur reguler yang tutup. Pemerintah harus pandai menggali potensi daerahnya agar pembangunan yang dilakukan dapat berdampak positif terhadap pengembangan masing-masing wilayah.

”Jangan sampai tidak termanfaatkan dengan baik. Pelajaran di Cipularang, berapa jalur reguler yang sudah tutup. Harusnya dipikirkan pemanfaatannya,” kata dia seraya menyontohkan pembuatan pameran atau sentra penjualan barang kerajinan di dekat gerbang tol menjadi hal yang bagus agar menjadi daya tarik sehingga tetap menumbuhkan ekonomi di daerah.

Sementara itu, menurutnya pembangunan kereta api cepat harus benar-benar dapat menjadi pemicu tumbuhnya ekonomi di kawasan Bandung Raya. Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Sumedang, dan Kota Cimahi harus bersiap menata diri terutama menyangkut pembenahan transportasi.

Sebagai kota jasa, Kota Bandung dapat memiliki daya tarik bagi wisatawan. Penataan kota yang dilakukan Pemkot Bandung saat ini cukup baik. Namun, pemkot harus menata sistem transportasi yang akan menjadi penghubung ke daerah-daerah di sekitarnya. ”Yang dilakukan Wali Kota Ridwan Kamil itu hanya bagian awal saja. Harus dibenahi transportasinya,” pungkasnya. (rdr/jpg/fik)

Untuk Anda
Terbaru