Portal berita dari masyarakat untuk IndonesiaJaringan Media KRIEZ  •  Redaksi  •  Pedoman Media Siber  •  Pasang Iklan
Dari Kita • Untuk Indonesia
Sabtu, 7 November 2026
Bandung, Jawa Barat
Berlangganan
TERKINIPP TUNAS Dorong Platform Digital Melindungi Sekitar 70 Juta Anak Indonesia

Jangan Berakhir Tragis

Oleh • 21 Maret 2017 • 02:19

Keempat, pascadeklarasi itu, akan mengubah peta politik di Jabar. Partai politik yang sejak awal menunggu waktu yang tepat kemudian melihat situasi tersebut bukan tidak mungkin akan membangun barisan yang lebih kokoh namun pragmatis.

Misalnya, Partai Golkar dan PDI Perjuangan yang kecil kemungkinannya melakukan koalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera, maka hal tersebut dimungkinkan untuk mengusung calon yang dianggap bisa mematahkan posisi politik RK di Jabar.

”Kelima, karena peta berubah maka potensi hasil survei akan mengubah hasil dari yang selama ini beredar dari hasil sejumlah survei di Jabar,” jelas dia.

Artinya, jika sinisme menguat karena deklarasi yang terlalu dini untuk maju di Jabar, maka posisi Emil berpotensi secara bertahap akan goyah juga dan tergeser dari puncak.

Jika situasi ini tidak dikelola dengan baik, maka nasib RK akan sama dengan seperti Dede Yusuf pada pilgub 2013, yang mana secara sistematis tergeser terjun bebas, dan kalah. ”Padahal Dede yusuf sejak awal selalu memuncaki hasil survei,” tandasnya. (boy/jpnn/rie)

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *