banner

Jangan Berakhir Tragis

darikita 21 Maret 2017
FAJRI ACHMAD NF / JABAR EKSPRES DEKLARASI JABAR1: Wali kota Bandung Ridwan Kamil diarak mengunakan Sisingaan jelang pendeklarasian Ridwan Kamil sebagai calon gubernur Jabar di Monumen Bandung Lautan Api, Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, kemarin (19/3).
vertical banner

Keempat, pascadeklarasi itu, akan mengubah peta politik di Jabar. Partai politik yang sejak awal menunggu waktu yang tepat kemudian melihat situasi tersebut bukan tidak mungkin akan membangun barisan yang lebih kokoh namun pragmatis.

Misalnya, Partai Golkar dan PDI Perjuangan yang kecil kemungkinannya melakukan koalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera, maka hal tersebut dimungkinkan untuk mengusung calon yang dianggap bisa mematahkan posisi politik RK di Jabar.

”Kelima, karena peta berubah maka potensi hasil survei akan mengubah hasil dari yang selama ini beredar dari hasil sejumlah survei di Jabar,” jelas dia.

Artinya, jika sinisme menguat karena deklarasi yang terlalu dini untuk maju di Jabar, maka posisi Emil berpotensi secara bertahap akan goyah juga dan tergeser dari puncak.

Jika situasi ini tidak dikelola dengan baik, maka nasib RK akan sama dengan seperti Dede Yusuf pada pilgub 2013, yang mana secara sistematis tergeser terjun bebas, dan kalah. ”Padahal Dede yusuf sejak awal selalu memuncaki hasil survei,” tandasnya. (boy/jpnn/rie)

Untuk Anda
Terbaru