banner

Jatah Menteri PDIP Bertambah

darikita 13 Agustus 2015
RICARDO/JPPHOTO ENAM MENTERI BARU: (Dari kiri) Thomas Lembong, Luhut Binsar Pandjaitan, Darmin Nasution, Rizal Ramli, Pramono Anung dan Sofyan Djalil berfoto bersama disela pelantikan 6 Menteri baru hasil reshuffle Kabinet Kerja di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/8).
vertical banner
RICARDO/JPPHOTO ENAM MENTERI BARU: (Dari kiri) Thomas Lembong, Luhut Binsar Pandjaitan, Darmin Nasution, Rizal Ramli, Pramono Anung dan Sofyan Djalil berfoto bersama disela pelantikan 6 Menteri baru hasil reshuffle Kabinet Kerja di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/8).
RICARDO/JPPHOTO
ENAM MENTERI BARU: (Dari kiri) Thomas Lembong, Luhut Binsar Pandjaitan, Darmin Nasution, Rizal Ramli, Pramono Anung dan Sofyan Djalil berfoto bersama disela pelantikan 6 Menteri baru hasil reshuffle Kabinet Kerja di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/8).
Pasca Reshuffle, Kebijakan Keluar Satu Suara

JAKARTA – Presiden Joko Widodo akhirnya merombak sejumlah posisi menteri dan pejabat setingkat menteri di Kabinet Kerja yang dipimpinnya. Lima menteri dan sekretaris kabinet sekaligus dirombak. Pengumuman dan pelantikan mereka berenam sekaligus dilakukan di Istana Negara, kemarin (12/8).

Dari lima menteri baru yang dilantik, tiga di antaranya merupakan menteri koordinator. Mereka adalah Menko Polhukam Luhut B. Panjaitan menggantikan Tedjo Edhy Purdijatno, Menko Perekonomian Darmin Nasution menggantikan Sofyan Djalil, dan Menko Kemaritiman Rizal Ramli menggantikan Indroyono Soesilo.

Dua menteri lainnya adalah Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong menggantikan Rachmat Gobel dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sofyan Djalil menggantikan Andrinof Chaniago. Sekaligus dilantik pula kemarin, Sekkab Pramono Anung yang menggantikan Andi Widjajanto.

Di antara mereka yang diganti, dua di antaranya sebelumnya dikenal sebagai bagian dari tim sukses Jokowi-JK dari unsur relawan. Yaitu, Andi Widjajanto dan Andrinof Chaniago. Sebagai gantinya, masuk Luhut Panjaitan yang sebelumnya menjabat sebagai kepala staf kepresidenan.

Dari unsur partai, satu menteri dengan latar belakang Partai Nasdem, Tedjo Edhy, terlempar. Sebagai gantinya, masuk Pramono Anung yang notabene merupakan mantan sekjen PDIP. Masuknya Pram –sapaan akrab Pramono Anung- praktis menambah daftar politisi PDIP yang masuk ke kabinet. Telah masuk lebih dulu Menko PMK Puan Maharani, Menkum HAM Yasonna Laoly, Mendagri Tjahjo Kumolo, dan Menkop UKM AA Gede Ngurah Pusapayoga.

”Intinya beliau (presiden, Red) ingin pemerintahan segera efektif dan efesien. Pemerintahan jadi semakin kokoh dan bergerak cepat meningkatkan hubungan dengan pihak luar, pasar, dan internasional,” beber Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno usai acara pelantikan.

Ditemui usai pelantikan, Rizal Ramli mengakui kalau memang baru dihubungi kemarin (12/8) pagi tentang kepastian permintaan mengisi posisi Menko Kemaritiman. Meski demikian, dia mengakui, komunikasi dengan presiden yang menyinggung rencana reshuffle telah dilakukan dalam sejumlah kesempatan pertemuan. ”Saya awalnya ragu-ragu, mau terima jabatan ini atau tidak,” tutur Rizal.

Mantan Menko Perekonomian di era Presiden Gus Dur itu akhirnya memutuskan untuk menerima setelah mendengar pernyataan Presiden Jokowi pada dirinya.

”Yang minta Mas Rizal ini bukan hanya Jokowi, yang minta juga rakyat Indonesia. Sebab, Indonesia ini memang sedang butuh, kondisinya memang sedang banyak masalah,” beber Rizal menirukan pernyataan Jokowi. ”Saya langsung lemes dan putuskan, iya saya mau bantu presiden,” imbuhnya.

Hingga kemarin, ekonom yang kerap bersuara lantang terkait kebijakan pemerintahan itu belum mau membeber program-program prioritas yang akan dilakukannnya nanti. Menurut dia, hal tersebut akan segera dikomunikasikan lebih dulu dengan Presiden Jokowi dan mantan Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo.

Seperti halnya Rizal, Menko Polhukam Luhut Panjaitan juga mengakui baru mengetahui kepastian diangkat jadi menteri, pagi hari sebelum acara pelantikan. Namun berbeda, sosok yang termasuk lingkar dalam istana di pemerintahan Jokowi-JK selama ini tersebut, sudah memiliki sejumlah agenda prioritas.

Yang utama, dia akan menyinkronkan semua kebijakan hingga pernyataan ke publik dari semua kementerian di bawah koordinasinya. ”Tidak ada yang berbeda-beda, kalau dia (menteri) belum jelas dan terkait dengan kementerian lain, koordinasikan dulu, baru ngomong,” tegas purnawirawan jenderal bintang tiga tersebut.

Apakah hal tersebut berkaca dari menteri sebelumnya? ”Enggak, enggak, itu style saya. Satu tim satu ketua, semua tidak boleh ngomong seenaknya, termasuk saya,” elak Luhut.

Sementara itu, Setkab Pramono Anung membeber kalau dirinya sudah diberitahu kabar oleh presiden terkait rencana reshuffle, sejak tiga minggu lalu. Namun, sebagai orang partai politik, keputusan bukan hanya ada di tangannya.

Mantan wakil ketua DPR itu menyatakan kalau dirinya tetap harus berkomunikasi dengan para pimpinan parpol pendukung pemerintahan. Terutama, kepada Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. Setelah mengantongi izin dari kesemuanya, dia baru menindaklanjuti permintaan presiden. ”Oke, nanti sesegera mungkin dilantik, kata Pram, menirukan pernyataan Presiden Jokowi.

Setelah beberapa waktu, kabar kepastian pelantikan baru diterimanya Selasa (11/8) malam. ”Saya dipesan khusus presiden untuk menjaga komunikasi ke dalam dan ke luar. Dengan semua lembaga negara dan partai politik,” beber Pram.

Di antara pos yang terkena reshuffle, setkab salah satu yang langsung menggelar serah terima jabatan. Prosesi yang dilaksanakan tertutup itu dilakukan tidak lama setelah acara pelantikan.

Ditemui usai sertijab, Andi Widjajanto menyatakan legowo atas pergantian dirinya. Menurut dia, Pram merupakan sosok yang kompeten untuk mengisi posisi yang dulu diembannya. Dia menilai, sosok politisi kawakan PDIP itu memiliki kemampuan komunikasi yang sangat baik. ”Sangat lincah, dua tiga kali lipat dari saya,” kata Andi.

Keluar dari kantor Setkab, Andi langsung mengenakan topi jenis fedora. Topi tersebut menjadi ciri khas Andi saat kerap tampil di depan publik ketika masa-masa kampanye pemenangan Jokowi-JK terdahulu.

Di depan kantor setkab, telah menunggu mobil pribadinya. Saat itu lah, beberapa mantan anak buahnya memanfaatkan untuk foto bersama dengan latarbelakang mobil Mini Cooper miliknya. ”Saya belum terpikir mau ngapa-ngapain, dipikirkan kemudian, liburan dulu,” katanya sambil berpamitan.

Acara pelantikan sejumlah menteri itu dihadiri para pimpinan parpol pendukung. Tak terkecuali, Megawati Soekarnoputri. Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh yang jatah satu menterinya terpangkas juga hadir.

Dari empat menko yang ada di kabinet Jokowi-JK, hanya satu posisi menko yang tidak terserempet reshuffle. Yaitu, Menko PMK yang dijabat putri Megawati Soekarnputri, Puan Maharani.

Disinggung terkait hal tersebut, Puan memilih tak banyak berkomentar. ”Ya, tanya presiden,” elak Puan, sambil berlalu menuju mobil dinasnya.

Termasuk, dia juga tidak terlampau ambil pusing atas potensi munculnya anggapan miring dari sejumlah pihak nantinya. ”Silakan saja menilai,” katanya singkat. (dyn/ken/rie)

Untuk Anda
Terbaru