Portal berita dari masyarakat untuk IndonesiaJaringan Media KRIEZ  •  Redaksi  •  Pedoman Media Siber  •  Pasang Iklan
Dari Kita • Untuk Indonesia
Selasa, 15 September 2026
Bandung, Jawa Barat
Berlangganan
TERKINIBMKG: El Niño Kuat Diprediksi Bertahan hingga Awal 2027

Jembatan Cisomang Mulai Bisa Dilalui 1 April

Oleh • 29 Maret 2017 • 09:15

darikita.com, PURWAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membuka Jembatan Cisomang Ruas Tol Purbaleunyi untuk dilalui semua kendaraan pada 1 April 2017. Namun, untuk kendaraan dengan beban lebih dari 45 ton dengan 5 gandar (golongan V) tak boleh melewati jembatan Cisomang.

Menteri PUPR Basuki Hadi­muljono mengatakan, jika kendaraan itu melebihi muatan maka akan dikeluarkan dari jalur tol. Pelanggar akan kena­kan beban golongan V untuk 45 ton gandar 5. ”Sehingga kelebihan itu akan dikeluarkan jalan tol dan pasti rusak jalan nasional tapi kita siap-siap,” kata dia saat berkunjung ke Jembatan Cisomang, Purwa­karta, Senin (27/3).

Dia mengatakan, hal itu juga bagian upaya untuk memera­takan penggunaan moda trans­portasi. Jadi semua beban tidak tertumpuk di jalan.

”Sebanyak 99 persen semua kendaraan angkutan ada di jalan raya. Sehingga ini harus kita sedikit demi sedikit kita alihkan ke sana. Sebab, kalau jalan raya free, sedangkan kereta api ada cost, pasti ke jalan raya itu jadi rusaknya empat kali lipat,” jelas dia.

Basuki meminta kepada peng­elola jalan tol untuk memasang alat pengukur beban tersebut. Menurut dia, ini merupakan cara untuk mendisiplinkan pemilik kendaraan.

Menurutnya, dalam proses perbaikannya, jembatan Ciso­mang dilakukan dengan penuh hati-hati yang melibatkan te­naga ahli dari berbagai disiplin ilmu. Dalam hal ini Kement­rian PUPR didampingi oleh Komisi Keamanan Jembatan panjang dan Terowongan Jalan (KKJTJ), Lembaga Afiliasi Pe­neliti dan Industri Institut Tek­nologi Bandung (LAPI ITB), dan PT Jasa Marga (Persero) sebagai pengelola jalan tol.

Basuki mengatakan, untuk proses perbaikan jembatan Cisomang ini menghabiskan biaya sebesar Rp 135 miliar, yang digunakan untuk dua tahap perbaikan yaitu secara darurat dan permanen. Namun demikian, meski jembatan ini dianggap sudah stabil dan aman tetapi untuk kendaraan yang bermuatan diatas 45 ton masih belum bisa melintasi.

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *