Portal berita dari masyarakat untuk IndonesiaJaringan Media KRIEZ  •  Redaksi  •  Pedoman Media Siber  •  Pasang Iklan
Dari Kita • Untuk Indonesia
Rabu, 16 September 2026
Bandung, Jawa Barat
Berlangganan
TERKINIKemenkes dan CEPI Uji Kesiapsiagaan Target Vaksin 100 Hari untuk Ancaman Pandemi

Marquez Sudah Setengah Juara

Oleh • 27 September 2016 • 09:01

ARAGON – Seperti yang sudah diprediksi Valentino Rossi sebelumnya, sang pimpinan klasemen pembalap MotoGP saat ini Marc Marquez bakal sulit ditumbangkan di Aragon. Benar saja, meski sempat terlempar ke posisi lima di awal lomba bintang Repsol Honda itu justru mendominasi balapan sejak 12 lap terakhir.

Tidak sempurna saat melakukan start Marquez, yang memulai lomba dari pole position, harus berebut posisi terdepan dengan Jorge Lorenzo (Movistar Yamaha) dan Maverick Vinales (Suzuki Ecstar). Vinales melaju dengan mulus dan sudah memimpin balapan sebelum lap pertama selesai. Sedangkan Marquez nyaris bertabrakan dengan Lorenzo, saat bersenggelon sebelum memasuki Tikungan 1.

Marquez tampak melepaskan tangan kirinya dari handlebar dan memberi isyarat meminta maaf kepada Lorenzo karena bermanuver agresif. Maklum Lorenzo baru saja mengkritik pedas rekan setimnya Rossi di GP Misano karena dianggap terlalu agresif saat melakukan overtaking.

Lolos dari Lorenzo, Marquez terus memburu Vinales. Berselang satu lap kesempatan itu datang.dan Marquez sukses melibas Vinales untuk merebut posisi terdepan. Namun di lap ketiga motor Marquez kehilangan kontrol dan melebar di Tikungan 7. Insiden tersebut membuka ruang lebar bagi pembalap di belakangnya untuk merangsek ke depan. Alhasil Marquez harus melorot ke posisi kelima.

”Aku nyaris kehilangan cengkeraman ban depanku dan mengalami kecelakaan,“ ucapnya usai balapan. Marquez berpikir bahwa ban depannya belum mendapatkan suhu terbaiknya agar bisa bekerja dengan baik.

Insiden di Lap 3 tersebut sempat membuatnya terguncang. Juara dunia MotoGP dua kali tersebut mengungkapkan reflek dari sikutnya yang telah menyelamatkan balapannya. Begitu kehilangan kendali saat merebah, sikutnya menahan beban tubuhnya dan mengembalikannya ke posisi aman.

”Aku mampu menyelamatkan diri dengan sikutku. Ya seperti biasanya!,” tandasnya

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *