Portal berita dari masyarakat untuk IndonesiaJaringan Media KRIEZ  •  Redaksi  •  Pedoman Media Siber  •  Pasang Iklan
Dari Kita • Untuk Indonesia
Kamis, 17 September 2026
Bandung, Jawa Barat
Berlangganan
TERKINIKemenkes dan CEPI Uji Kesiapsiagaan Target Vaksin 100 Hari untuk Ancaman Pandemi

Masjid Bakal Jadi Tempat Usaha

Oleh • 20 Oktober 2016 • 06:27
AJARI BISNIS: Para santri nampak serius mengikuti penulisan mushaf Alquran di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center, beberapa waktu lalu. Ke depan, para santri juga akan diajari cara berbisnis.
AJARI BISNIS: Para santri nampak serius mengikuti penulisan mushaf Alquran di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center, beberapa waktu lalu. Ke depan, para santri juga akan diajari cara berbisnis.

darikita.com, BANDUNG – PD BPR Kota Bandung bekerjasama dengan Kadin Kota Bandung akan memberikan bantuan kepada masjid-masjid di Kota Bandung. Targetnya, masjid-masjid bisa membuka usaha sendiri.

”Jadi nanti DKM-nya yang mengelola usaha ini,” ungkap Manager Kredit Melati PD BPR Sidik Permana kepada wartawan, kemarin (18/10).

Sidik mengatakan, di Kota Bandung ada empat ribu masjid yang sudah didata. Namun, tidak semua masjid mendapatkan bantuan tersebut. ”Kadin sudah punya datanya, tapi mungkin yang akan dibantu sekitar tiga ribu masjid,” ungkapnya.

Dia memerinci, bantuan tersebut berupa usaha pembayaran listrik, pembelian token listrik, travel, dan pembelian pulsa.‎ Namun demikian, ke depan jenis usaha tersebut akan semakin dikembangkan jika dinilai bisa mengelola dan baik secara bisnis.

”Ke depan bisa untuk mengakomodir arisan untuk kurban dan umroh. Jadi keuntungan kita salah satunya, adalah menambah nasabah, yang pada ujungnya bisa menambah provit untuk APBD,” papar Sigit.

Selain bantuan dalam bentuk uang, juga akan ada bantuan dalam bentuk software danhardware. Sehingga, diharapkan masjid di Kota Bandung bisa mandiri.

”Masjid-masjid yang sudah mengajukan permintaan, akan kini tengah diseleksi untuk bisa mendapatkan pinjaman,” ujarnya.

Tahun ini, PD BPR mendapatkan penyertaan modal sebesar Rp 600 miliar dari Rp1 triliun yang diajukan. ”Tapi pemenuhannya juga bertahap bergantung kebutuhan, dan kemampuan,” tegasnya. (anj/ayb/rie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *