Artinya, uang yang diapat dari bank harus bisa diputar kembali mengingat pada akhirnya utang tersebut harus dilunasi. ”Jangan dibelikan motor atau mobil. Bisa dibelikan truk atau pikap untuk mengangkut barang, misalnya, jadinya produktif,’’ jelasnya. Sebelum memutuskan untuk mengagunkan sertifikat ke bank, harus diperhitungkan dengan matang apakah bisa untuk menyicil utang.
Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil menuturkan, pihaknya masih butuh waktu untuk menyelesaikan tanggungan sertifikasi tahan. ’’Insya Allah tahun 2025 seluruh tanah di Indonesia mudah-mudahan sudah mendapat sertifikat,’’ terangnya. Tahun depan, tuturnya, untuk Jawa Barat saja ditargetkan ada 500 ribu lahan yang tersertifikasi.
Potensi kredit dengan agunan Sertifikat tanah secara nasional bisa mencapai ratusan triliun rupiah. ’’Saya laporkan, tahun 2017 ada 862 bidang sertifikat tanah yang telah dijadikan agunan dengan nilai pinjaman Rp 35 triliun,’’ lanjut Sofyan. Pihaknya sudah bekerja sama dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan untuk membimbing para pemegang sertifikat dalam memanfaatkan sertifikatnya.
Sementara itu, secara keseluruhan Presiden mengunjungi sejumlah tempat kemarin. selain membagikan sertifikat tanah, Presiden juga menghadiri pemberian makanan tambahan, Kartu Indonesia Pintar, dan Kartu Indonesia Sehat di Kota kembang. Tidak lupa, sebagaimana kebiasaan Jokowi setiap kali kunjungan kerja, dia selalu membagikan sepeda.
Warga pun terlihat gugup saat dipanggil presiden ke atas panggung. ’’Saya berdebar-debar pak, saking bahagianya. Tidak menyangka ketemu bapak di sini,’’ tutur Enong Siti Komalasari, salah satu pemegang sertifikat tanah asal Kota Bandung. Setelah menjawab dengan benar nama enam provinsi di Indonesia, dia pun mendapatkan sepeda.
Jokowi juga sempat menengok Teras Cihampelas bersama Ibu Negara Iriana Jokowi. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menjadi pemandunya. Di Teras Cihampelas yang berada di atas Jalan raya Cihampelas itu, Jokowi memborong sejumlah kaus.













