banner

Polda Jabar Perkuat Intelejen Daerah

darikita 10 April 2017
vertical banner

Sebelumnya serangan terhadap pos polisi di Jenu, Tuban Sabtu (8/4) pagi dipastikan memiliki benang merah dengan Zainal Anshori, pimpinan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang Jumat (7/4) lalu ditangkap di Paciran, Lamongan.

Kepastian tersebut disampaikan Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin dalam ekspos keberhasilan melumpuhkan enam teroris yang ditembak tim gabungan Brimob Polda Jatim, Polres Tuban, dan TNI di kawasan tanaman jagung di Desa Suwalan, Kecamatan Jenu.

‘’Yang jelas ada kaitannya dengan teroris JAD. Setelah ada tiga yang ditangkap (operasi Densus 88 di wilayah Pantura Lamongan, Red),’’ katanya tegas.

Ditanya target penyerangan terhadap pos polisi tersebut, Machfud menegaskan tujuannya adalah melakukan amaliyah dan balas dendam atas penangkapan sejumlah temannya di wilayah Kecamatan Brondong, Lamongan pada Jumat (8/4) lalu. Selain jaringan JAD, kelompok teroris tersebut, menurut dia, juga terkait jaringan Bom Tamrin. ‘’Ada kaitannya,’’ tandasnya kepada para awak media yang hadir dalam konferensi pers di lobi Mapolres Tuban.

Disinggung terkait aksi pelaku yang masih amatiran dan menggunakan senjata rakitan, perwira kelahiran Surabaya itu mengatakan, meski senjatanya tidak mendukung, aksi perlawanan para teroris tersebut cukup terlatih. ‘’Mereka terlihat pernah melakukan pelatihan,’’ tegas dia.

Mantan Kapolda Kalimantan Selatan itu lebih lanjut mengatakan, setelah tertembak, seluruh jenazah teroris langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk diindentifikasi.

Dalam ekspos tersebut, Machfud hanya menyebut satu nama saja. Dia Satria, 19, warga Kota Semarang. Nama tersebut didapat dari paspor yang ditemukan di dalam Terios nopol H 9037 BZ, mobil yang ditumpangi para teroris. ‘’Nanti kita kembangkan. Termasuk memastikan identitas lainnya,’’ tambah dia.

Machfud juga mengatakan, seluruh pelaku teroris masih sangat muda. Usianya sekitar 25 tahun. Dugaan sementara, mereka warga Semarang. Itu didasarkan dari asal mobil yang mereka operasikan. ‘’Kendaraan yang mereka gunakan merupakan mobil retal dari Semarang. Makanya, mereka dengan tenang meninggalkan kendaraannya di pinggir jalan,’’ tambah dia.

Untuk Anda
Terbaru