banner

Presiden Jokowi: Menuju Indonesia Sentris

darikita 22 Januari 2016
FAJRI ACHMAD NF / BANDUNG EKSPRES PECEPATAN TRANPORTASI : Presiden Republik Indonesia Joko Widodo berserta menyapa warga pada gelaran ground breaking kereta cepat Jakarta-Bandung di Area PTPN VIII, Walini, Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (21/1). Kereta cepat yang dibiayai BUMN Indonesia dan China tersebut akan menghabiskan anggaran lebih kurang Rp 77 triliun tanpa menggunakan APBN, pemerintah menargetkan tiga tahun ke depan pembangunan dapat terselesaikan.
vertical banner

darikita.com, Pembangunan stasiun kereta cepat atau high speed train Jakarta-Bandung di Perkebunan Walini, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat resmi dibangun setelah Presiden Joko Widodo melakukan groundbreaking. Dalam kunjungannya, Presiden didampingi oleh Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Hanggoro Budi, Guberbur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Bupati Bandung Barat Abubakar, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, dan sejumlah menteri dari kabinet kerja Joko Widodo.

Menurut Jokowi, keberadaan kereta cepat atau transportasi massal ini menjadi solusi kemacetan yang terjadi di berbagai daerah bukan hanya Jakarta dan Kota Bandung. Dengan hadirnya kereta cepat ini untuk memudahkan masyarakat dalam mobilitas barang dan orang dari Jakarta-Bandung. “Kereta cepat ini salah satunya untuk kecepatan mobilitas barang dan orang,” kata Jokowi di Cikalongwetan, kemarin (21/1).

Jokowi memandang, transportasi massal ini sudah lama dilupakan oleh semua orang dan lebih memilih kendaraan pribadi sebagai sarana transportasinya. Padahal menurutnya, dengan menggunakan transportasi massal akan lebih memudahkan masyarakat dan terhindar dari kemacetan. “Jawaban soal kemacetan ya dengan hadirnya transportasi massal seperti kereta cepat ini,” tegasnya.

Keberadaan kereta api, bus, kereta cepat dan transportasi massal lainnya, diungkapkan Jokowi, akan tetap didahulukan untuk dibangun di masa kepemimpinannya. Bahkan, Jokowi tidak menampik setelah dibangunnya kereta cepat Jakarta-Bandung ini, sejumlah daerah lainnya akan meminta hal yang sama. “Karena mobilitas barang dan orang itu banyak di berbagai daerah, maka akan meminta pembangunan yang sama,” ujarnya.

Lebih jauh Jokowi menjelaskan, hadirnya kereta cepat ini juga akan meningkatkan pengembangan sentra ekonomi baru koridor Jakarta-Bandung. Jokowi juga menekankan, pembangunan kereta cepat ini tidak menggunakan anggaran dari APBN. Melainkan menggunakan dana investasi serta tanpa adanya jaminan pemerintah.

“Karena APBN kita ini fokuskan pada pembangunan infrastruktur yang saat ini tengah difokuskan pembangunannya di luar Jawa. Seperti pembangunan jalan tol, lalu kereta api antara Makasar-Manado, lalu juga pembangunan kereta api di Papua serta pembangunan akses jalan. Nantinya menjadi Indonesia sentris bukan hanya Jawa sentris,” tegas Jokowi.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Hanggoro Budi menambahkan, anggaran untuk kereta cepat ini dibiayai secara mandiri oleh konsorsium BUMN Indonesia dan konsorsium China Railways dengan skema business to business. Konsorsium BUMN tersebut antara lain PT Wijaya Karya (Persero), PT Jasa Marga (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII berkolaborasi dengan konsorsium China yag mendirikan perusahaan patungan dengan nama PT KCIC. “Kereta cepat ini menghubungkan empat stasiun antara Halim, Karawang, Walini (KBB), dan Tegalluar (tidak jauh dari kawasan Gedebage),” ungkapnya.

Diungkapkannya, pengoperasian kereta cepat ini membutuhkan pasokan listrik sekitar 75-100 megawatt. Oleh karena itu, rencananya KCIC bekerjasama dengan PT PLN (Persero). Sehingga, direncanakan dalam jangka panjang akan membangun power plant sendiri untuk memastikan tidak ada gangguan pasokan listrik saat kereta beroperasi. (drx/tam)

Untuk Anda
Terbaru