darikita.com, CIKAMPEK-Rangkaian acara Hari Ulang Tahun PT Pupuk Kujang Cikampek ke-40 kali kembali menggelar Pasanggiri Kawih Sunda. Acara ini merupakan kali kedua setelah pertama kali dilakukan dua tahun silam.
Direktur PT Pupuk Kujang, Bambang Tjahjono mengatakan, dengan diselenggarakan acara pasanggiri budaya Sunda, diharapkan agar para pelaku seni Sunda terus berkarya. Tidak tinggal diam untuk mempertahankan keaslian budaya atau melakukan kolaborasi, inovasi sesuai dengan perkembangan zaman.
Tujuannya, masyarakat Jawa Barat terutama generasi muda benar-benar mencintai budayanya sendiri. Bambang menjelaskan, warga Pasundan khususnya harus turut mempertahankan kelestarian budaya Sunda jangan sampai punah. Untuk itu pihaknya akan terus berupaya membantu mempertahankan eksistensi budaya Sunda.
Bambang menyampaikan, acara pasanggiri seni kali ini melibatkan para seniman Sunda dari tiga kabupaten, yakni Purwakarta, Subang dan Karawang (Purwasuka). Sedangkan pada pegelaran pasanggiri dua tahun lalu hanya untuk daerah Kabupaten Karawang saja.
PT Pupuk Kujang berencana menggelar acara yang sama tahun depan namun pesertanya akan melibatkan seniman seniman se-Jawa Barat dengan masih jenis lomba yang sama, yaitu anggana sekar dan rampak sekar. Dia mengaku siswa SMP Pupuk Kujang telah meraih juara pertama di tingkat Jawa Barat.
“Untuk lebih memberikan semangat kepada seniman Sunda dalam mempertahankan budaya yang merupakan aset Jawa Barat khususnya bahkan aset nasional. Kami akan terus mensupport dengan mengadakan pasanggiri seperti ini. Jadi tinggal senimannya sendiri yang harus berusaha untuk melakukan usaha agar seni Sunda bisa tetap bertahan dar kepunahan,” tuturnya kepada KBE, Rabu (10/6).
Di tempat yang sama, Toto Suripto, Ketua DPRD Karawang mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan Pupuk Kujang terkait kepeduliannya terhadap pelestarian budaya Sunda.
Menurutnya, pemerintah daerah juga harus lebih berperan dalam hal ini. Pasalnya, Karawang banyak memiliki potensi seni, di antaranya topeng banjet. Yang jelas itu salah satu aset seni budaya khas Karawang.
“Pupuk Kujang peduli mempertahankan eksistensi kebudayaan Sunda. Saya juga berharap bukan hanya Pupuk Kujang saja. Sebaiknya pemerintah daerah harus lebih peduli. Setelah Ali Saban dan Ijem sebagai tokohnya sudah tidak ada, padahal itu jelas seni budaya khas Karawang,” tuturnya.
“Kepedulian warga terhadap jenis hiburan itu pada acara–acara hajatan sudah kurang. Pemerintah daerah juga kurang peduli. Lomba seperti ini mereka akan merasa diperhatikan,” pungkasnya.













