darikita.com, KOTA BEKASI – Pedagang kembang di Jalan Kali Malang, Kelurahan Jakamulya, Kecamatan Bekasi Barat, mengeluhkan sampah di depan kiosnya yang sudah dua minggu tidak angkat.
“Biasanya diangkat setiap hari. Ini setelah pembayaran naik, malah gak diangkut-angkut udah dua minggu,” sesal Adis (28), salah satu pedagang kembang kepada KBE, Rabu (10/6).
Lebih lanjut, Adis mengatakan, meskipun tidak menimbulkan bau, namun akibat tumpukkan sampah tersebut, sangat mengganggu pemandangan. Menurutnya, kembang itu identik dengan keindahan, kalau tempat berjualannya saja tidak indah karena banyaknya tumpukkan sampah, maka akan berpengaruh dengan pembeli.
“Risih aja lihatnya, masa tempat jualan kembang ada tumpukan sampah segini banyaknya. Kembangkan identik dengan keindahan,” ujarnya.
Terkait sampah yang sudah dua minggu tidak diangkut, dia mengaku pernah menanyakan kepada petugas yang biasa menarik retribusi. Alasan yang di terima dari petugas, karena sedang ada pembagian wilayah.
“Dulu waktu sebelum retribusinya naik, lancar diangkut setiap hari. Sekarang dinaikin, pelayanannya malah menurun. Dua bulan ini aja udah dua kali naik, dari Rp 75 ribu ke Rp 80 ribu, sekarang Rp 100 ribu. Buat kami kenaikan itu enggak apa-apa, asal pelayanannya pun ditingkatkan,” sesalnya.
“Untung saja hari ini ada petugas yang mengontrol dan melihat tumpukan sampah, jadi langsung diangkut. Di sini ada 10 pedagang kembang, kalau terlambat mengangkutnya, pasti sampah akan menumpuk. Saya berharap pengangkatan sampah disini rutin dilakukan, biar terlihat indah,” tukas Adis yang sudah delapan tahun menjalani profesinya itu.












