banner

Setelah Dua Kali Tertunda Akhirnya Sakoci Diluncurkan

darikita 4 Maret 2019
vertical banner

CIMAHI – Setelah sempat beberapa kali tertunda, akhir­nya Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah­raga (Disbudparpora) me­luncurkan bus wisata Saba Kota Cimahi (Sakoci) pada Minggu 3 Maret 2019 di di­sela-sela kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Demang Hardjakusumah, Kota Cimahi.

Dalam peluncuran bus yang diperoleh dari hibah Guber­nur Jawa Barat tersebut, Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna bertindak langsung sebagai sopir yang sekaligus melakukan test drive dengan mengangkut sejumlah pe­numpang berkeliling ke se­jumlah ruas jalan yang ada di Kota Cimahi.

NUR AZIZ/JABAR EKSPRESSAMBUT ANTUSIAS: Warga Kota Cimahi menyambut antusias peluncuran bus Saba Kota Cimahi (Sakoci) bahkan warga hingga berebut untuk dapat menaiki bus tersebut.

Ajay berkeliling melalu Ja­lan Cihanjuang, Jalan Amir Mahmud, Jalan Gandawijaya dan kembali lagi ke lokasi CFD di Jalan Demang Hard­jakusumah.

Menurut Ajay, peluncuran bus yang bersamaan dengan kegiatan CFD membuat lebih istimewa suasana CFD, sebab, selain ditunggupeluncuran­nya secara resmi, masyarakat juga dipersilahkan menaiki bus tersebut secara gratis.

”Car Free Day kali ini lebih istimewa karena berbarengan dengan peluncuran Sakoci. Ini akan jadi alat transpor­tasi yang bisa digunakan masyarakat umum untuk mengunjung tempat berse­jarah di Kota Cimahi,” ujar Ajay, usai peluncuran Sako­ci.

Ajay berharap, dengan ada­nya Sakoci, tempat-tempat wisata yang ada di Kota Cimahi bisa semakin dikenal masy­arakat luas. Sebab, bus ini sebagai penunjang Wisata Military Tourism yang akan membawa wisatawan berke­liling mengunjungi tempat wisata yang tidak dimiliki tempat lain.

”Disini banyak bangunan bersejarah abad ke-18 dan abad ke-19. Selain itu, ada juga Kampung Adat Cireun­deu, Makam Kerkof, Gedung Cimahi Technopark, Pusdik Armed, Penjara Poncol, dan ke tempat bersejarah lainnya,” terangnya.

Bahkan, lanjut Ajay, pi­haknya sudah berkoordi­nasi dengan instansi militer sebagai pemilik bangunan bersejarah untuk bekerja­sama agar wisatawan yang datang merasa puas.

”Kami akan bersinergi agar pengunjung bisa diperbole­hkan masuk,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Ke­pala Dinas Kebudayaan Pa­riwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Kota Cimahi Budi Raharja mengatakan, meski sudah diluncurkan, namun untuk mulai beroperasi harus menunggu surat kendaraan siap.

”Kita masih menunggu STNK, dari Organda infor­masinya baru siap nanti hari Rabu. Meski milik pe­merintah, kami tetap ikuti ketentuan. Setelah surat-surat itu siap baru bisa dio­perasikan,” kata Budi.

Sementara untuk tempat bersejarah yang akan dikun­jungi, Budi mengungkapkan, saat ini wisatawan hanya baru dapat melintasi saja belum bisa memasuki bangunan-bangunan milik militer ter­sebut. Sebab, untuk bisa masuk pemerintah harus melakukan pembahasan le­bih lanjut dengan pihak TNI.

”Secara konsep Sakoci sudah siap beroperasi. Karena ken­daraan sudah nyaman, surat juga terpenuhi karena nanti mobil ini plat kuning. Nanti shelter disiapkan di Alun-alun Cinahi, bahkan yang saya dengar katanya daftar tung­gu juga sudah banyak,” pung­kasnya.(ziz)

Untuk Anda
Terbaru