Ilustrasi visual dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).
JAKARTA — Perkembangan kecerdasan buatan mulai mengubah kebutuhan keterampilan di berbagai sektor. Pemerintah mengingatkan pekerja Indonesia agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami cara memanfaatkannya secara produktif dan bertanggung jawab.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyampaikan bahwa perubahan dunia kerja akibat AI perlu diantisipasi melalui peningkatan keterampilan. Kemampuan dasar digital, literasi data, pemecahan masalah, kreativitas, dan pemahaman etika teknologi menjadi semakin penting bagi pekerja maupun calon tenaga kerja.
Penggunaan AI dapat membantu mempercepat pekerjaan administratif, analisis informasi, serta pelayanan kepada masyarakat dan pelanggan. Namun, teknologi tersebut tetap memerlukan pengawasan manusia agar hasilnya akurat, adil, dan tidak melanggar privasi.
Pelatihan perlu menjangkau lebih banyak pekerja
Peningkatan kompetensi tidak hanya menjadi tanggung jawab individu. Pemerintah, lembaga pendidikan, dan pelaku usaha perlu memperluas program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan sektor kerja. Program tersebut juga perlu menjangkau pekerja di luar pusat-pusat ekonomi agar kesenjangan digital tidak semakin lebar.
Bagi perusahaan, pemanfaatan AI sebaiknya disertai pedoman penggunaan, perlindungan data, dan evaluasi dampaknya terhadap tenaga kerja. Pendekatan ini memberi ruang bagi inovasi tanpa mengabaikan keamanan dan tanggung jawab sosial.
Perubahan teknologi juga membuka peluang pekerjaan baru, terutama pada bidang pengelolaan data, keamanan digital, pengembangan layanan, dan pengawasan sistem AI. Pekerja yang terus belajar dinilai akan lebih siap menghadapi perubahan tersebut.
Sumber: Kementerian Komunikasi dan Digital, 28 Agustus 2026.




