Portal berita dari masyarakat untuk IndonesiaJaringan Media KRIEZ  •  Redaksi  •  Pedoman Media Siber  •  Pasang Iklan
Dari Kita • Untuk Indonesia
Jumat, 6 November 2026
Bandung, Jawa Barat
Berlangganan
TERKINIPP TUNAS Dorong Platform Digital Melindungi Sekitar 70 Juta Anak Indonesia
BERITA UTAMA • BLOG • BOLA • NEWS • PERSIB • Regional • SPORT

Tak Pikir 4 Besar, Janur Fokus Pertandingan ke Pertandingan

Oleh • 12 Oktober 2016 • 01:34

Pelatih Persib Jajang Nurjaman tampak menyimpan terlebih dahulu hasrat naik ke posisi empat besar Torabika Soccer Championship (TSC) A 2016. Kali ini ia memikirkan bagaimana memperbaiki performa tim dari satu pertandingan ke pertandingan selanjutnya, menyusul hasil tak memuaskan di putaran kedua TSC.

Pelatih asal Majalengka itu, tidak pernah membebani target 4 besar di benak pemain. Hanya saja, karena anak-anak asuhannya membaca media, membuat pemainnya sadar diri akan keinginan Bobotoh agar tim kebanggaannya berada di papan atas.

“Sekaran kita hadapi math by match saja, hasilnya kedepan gimana nanti. Biar enggak jadi beban ke pemain. Sebetulnya saya enggak pernah ngomong target ke pemain, karena tahu empat besar cukup berat,” kata Janur sapaan akrab Jajang.

Kini Persib berada di posisi 10 klasemen, terpaut 14 poin dari pemuncak klasemen Madura United, serta terpaut 7 poin dari Sriwijaya FC di pos ke-5. Hitungannya, minimal tim di 5 besar harus menelan kekalahan 4 kali, dan Persib harus menang 4 kali juga, andai Atep dkk. ingin beranjak dari posisi tim medioker.

Diakui Janur, tekanan TSC saat ini sebenarnya, sama seperti tekanan dirinya menghadapi musim-musim di Persib sebelumnya. Hanya, kondisi saat ini berbeda, Janur masuk dipertengahan musim, dengan materi pemain yang sudah dirombak total dari peninggalannya saat ke Italia guna berguru ke Inter Milan. Diketahui Janur masuk ke Persib tahun 2016 menggantikan posisi Dejan Antonic yang mengundurkan diri.

“Soal hadangan sebenanrnya sama-sama saja, setiap tahun juga selalu gitu selama di Persib, cuman soal kesiapan tim saja. Banyak masalah dari awal, bukan saya cari alasan. Enggak gampang nerusin tim dengan materi pemain yang ada (bukan pilihan),” terangnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *