Portal berita dari masyarakat untuk IndonesiaJaringan Media KRIEZ  •  Redaksi  •  Pedoman Media Siber  •  Pasang Iklan
Dari Kita • Untuk Indonesia
Jumat, 6 November 2026
Bandung, Jawa Barat
Berlangganan
TERKINIPP TUNAS Dorong Platform Digital Melindungi Sekitar 70 Juta Anak Indonesia

Pemda Rangkul Petani Muda, Bentuk Gempita

Oleh • 25 Januari 2017 • 08:16

darikita.com, SOREANG – Bupati Bandung Dadang M Naser berkomitmen untuk tetap menjaga stabilitas pangan yang ada di wilayahnya. Dia pun memberikan apresiasi terhadap pembentukan Gerakan Pemuda Tani (Gempita) yang merupakan gerakan bentukan Kementerian Pertanian (Kementan).

Dadang menyebutkan, adanya gempita setidaknya dapat mengembangkan sekaligus membentuk komunitas kreativitas kaum muda di bidang pertanian.

”Saya mendukung penuh program Gempita ini. Karena selain untuk mengembangkan kreativitas pertanian oleh kaum muda, Gempita bisa membawa angin segar bagi meningkatnya swasembada pangan di Kabupaten Bandung,” ungkap Dadang.

Kata Dadang, petani merupakan pahlawan pangan. Melalui Gempita dia berharap akan ada regenerasi bidang pertanian juga usaha tani, termasuk pengembagan teknologi dan terapan ilmu lainnya. Sehingga pertanian untuk Gempita bisa benar-benar diaplikasikan bukan hanya teori.

”Kaum muda melaui Gempita harus bisa memaksimalkan kemampuannya. Gabungkan antara teknologi pertanian baik mulai dari pembibitan, penanaman, perawatan hingga masa panen. Lakukan regenerasi, koordinasi kalau perlu penelitian untuk menghasilkan pengetahuan-pengetahuan baru seputar pertanian,” ucapnya.

Kondisi saat ini, kata Dadang, Kabupaten Bandung surplus pangan. Aneka pangan  hasil pertanian seperti padi, jagung, ganyong sebagai pengganti terigu, kopi, sayuran masih bisa dihasilkan dengan baik. Tinggal melakukan terobosan dan pemanfaatan teknologi untuk pengelolaan air pertanian.

”Kondisi pangan kita masih dalam kondisi aman. Berbagai macam hasil pertanian bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Saya minta ada terobosan lain di bidang pertanian, khususnya untuk pemanfaatan teknologi pengolahan air,” imbuhnya.

Dia pun berharap kedepannya akan terbentuk pertanian terpadu berbasis organik,  pengembangan pertanian hydrophonik, termasuk untuk bidang peternakan.

Kepala Dinas Pertanian A Tisna Umaran menyampaikan kondisi pangan tahun 2016 untuk panen padi (bulan april sampai September) menargetkan 27.912 ha dan terealisasi 39.612 ha.

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *