Ilustrasi visual dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).
BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan tingkat pengangguran di kalangan pemuda menurun secara signifikan pada 2029. Sasaran tersebut ditempatkan bersama agenda peningkatan pendidikan dan kualitas sumber daya manusia muda.
Bonus demografi perlu dikelola
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menegaskan pentingnya peningkatan kesejahteraan dan kualitas pemuda. Jumlah penduduk muda yang besar dapat menjadi kekuatan pembangunan apabila memperoleh pendidikan, keterampilan, dan kesempatan kerja yang sesuai.
Sebaliknya, ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri dapat memperpanjang masa pencarian kerja. Karena itu, program pelatihan perlu disusun berdasarkan kebutuhan nyata dunia usaha di setiap wilayah.
Kolaborasi pendidikan dan industri
Upaya menekan pengangguran pemuda memerlukan kerja bersama sekolah, perguruan tinggi, pemerintah daerah, industri, dan komunitas. Pendidikan vokasi, sertifikasi kompetensi, magang berkualitas, serta layanan informasi pasar kerja menjadi beberapa instrumen yang dapat diperkuat.
Kewirausahaan juga dapat menjadi jalur penciptaan kerja, tetapi harus didukung pendampingan, literasi keuangan, akses pembiayaan sehat, dan jaringan pemasaran. Program tidak cukup hanya menghasilkan usaha baru, tetapi perlu membantu bisnis bertahan dan berkembang.
Target 2029 membutuhkan indikator yang terbuka, termasuk jumlah peserta yang memperoleh pekerjaan, peningkatan pendapatan, dan keberlanjutan usaha setelah mengikuti program.
Sumber informasi: Rilis Humas Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Agustus 2026. Ditulis ulang secara editorial oleh DariKita.online.




