Ilustrasi visual dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).
BANDUNG – Kekeringan sumber air berdampak pada 450.383 warga Jawa Barat atau 140.765 kepala keluarga. Mereka tersebar di 153 kecamatan dan 334 desa maupun kelurahan, sehingga distribusi air bersih menjadi kebutuhan mendesak di sejumlah wilayah.
Distribusi air melibatkan banyak pihak
Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama pemerintah kabupaten dan kota serta berbagai lembaga telah mendistribusikan sekitar 8,7 juta liter air bersih. Bantuan melibatkan BPBD, Baznas, Palang Merah Indonesia, PDAM, Balai Besar Wilayah Sungai, Kodim, komunitas, dan dunia usaha.
Di antara wilayah yang terdampak, Kabupaten Bogor mencatat 170.892 warga di 30 kecamatan. Kabupaten Bekasi mencatat 44.892 warga di sembilan kecamatan, sedangkan Kabupaten Karawang mencatat 27.553 warga di lima kecamatan.
Penanganan tidak berhenti pada bantuan darurat
Distribusi air membantu memenuhi kebutuhan harian, tetapi penanganan jangka menengah perlu mencakup perlindungan sumber mata air, perbaikan jaringan distribusi, pembangunan penampungan, dan pemetaan desa rawan kekeringan.
Masyarakat juga perlu memperoleh informasi jadwal distribusi yang jelas agar bantuan tepat sasaran. Kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, fasilitas kesehatan, dan sekolah perlu mendapat prioritas.
Perubahan pola cuaca membuat pemerintah daerah perlu memperkuat kesiapsiagaan berbasis data. Koordinasi lintas daerah menjadi penting karena sumber air dan jaringan sungai sering melampaui batas administratif.
Sumber informasi: PPID Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Agustus 2026. Ditulis ulang secara editorial oleh DariKita.online.




