JAKARTA — Bank Indonesia menetapkan hasil lelang term repo dengan underlying obligasi korporasi pada transaksi 24 Agustus 2026. Nominal penawaran yang masuk dan dimenangkan tercatat Rp60 miliar dengan rate 6,50 persen.
Berdasarkan pengumuman resmi Bank Indonesia, transaksi menggunakan obligasi korporasi SMF sebagai aset dasar. Setelmen dijadwalkan pada 26 Agustus 2026, sedangkan jatuh tempo ditetapkan pada 2 September 2026 sehingga tenor transaksi berlangsung tujuh hari.
Bagian dari operasi moneter
Repo merupakan transaksi penjualan surat berharga yang disertai kesepakatan pembelian kembali pada waktu dan harga tertentu. Dalam operasi moneter, instrumen ini dapat digunakan untuk mengelola likuiditas pasar uang melalui transaksi yang memiliki aset dasar.
Hasil lelang menunjukkan seluruh nominal penawaran Rp60 miliar ditetapkan sebagai nominal pemenang. Pengumuman tersebut bersifat informasi hasil transaksi, sehingga tidak dengan sendirinya menjadi perubahan suku bunga kebijakan atau rekomendasi investasi bagi masyarakat.
Penggunaan obligasi korporasi sebagai underlying memperluas jenis surat berharga yang dapat mendukung transaksi likuiditas. Namun, pelaksanaannya tetap mengikuti ketentuan, kelayakan aset, dan mekanisme yang ditetapkan Bank Indonesia.
Informasi bagi pelaku pasar
Bagi pelaku pasar keuangan, jadwal setelmen dan jatuh tempo menjadi informasi penting dalam mengelola kebutuhan dana jangka pendek. Rate pemenang menggambarkan harga transaksi yang terbentuk pada lelang tersebut sesuai penawaran peserta dan ketentuan operasi.
Masyarakat perlu membedakan operasi repo Bank Indonesia dengan produk simpanan, kredit, atau investasi ritel. Transaksi ini berlangsung dalam kerangka operasi moneter dan diikuti oleh peserta yang memenuhi persyaratan.
Bank Indonesia mempublikasikan hasil lelang sebagai bagian dari keterbukaan informasi operasi moneter. Data yang relevan mencakup tanggal transaksi, tenor, underlying, nominal penawaran, rate pemenang, nominal yang dimenangkan, tanggal setelmen, dan tanggal jatuh tempo.
Sumber: Bank Indonesia, 24 Agustus 2026.
Ilustrasi visual dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).




