Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan peluang hujan meningkat di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 30 Oktober–5 November 2026, meski kondisi panas dan kering masih dominan di banyak daerah.
Dalam pembaruan 29 Oktober 2026, BMKG menyebut curah hujan selama 26–28 Oktober terpantau minim dengan keterbatasan awan. Suhu udara bahkan melampaui 37 derajat Celsius di Lampung dan Sulawesi Tengah. Kondisi kering dipengaruhi interaksi El Niño sangat kuat dan Indian Ocean Dipole positif.
Pantauan sepuluh hari terakhir menunjukkan titik panas berkepercayaan tinggi terkonsentrasi di Kalimantan Tengah sebanyak 2.949 titik, Papua Selatan 894 titik, dan Sumatera Selatan 551 titik. BMKG menegaskan data satelit tetap perlu diverifikasi di lapangan, tetapi lonjakannya memerlukan mitigasi cepat terhadap kebakaran hutan dan lahan.
Di sisi lain, hujan lebat masih terjadi di beberapa wilayah. Untuk 30 Oktober–1 November, BMKG menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, dan Lampung.
Pada 2–5 November, hujan ringan diperkirakan lebih luas, sementara Sumatera Barat tetap berstatus siaga hujan lebat hingga sangat lebat. Masyarakat diminta menghemat air, menghindari pembakaran lahan, menjaga hidrasi, serta mengikuti peringatan dini resmi.
Sumber: BMKG, 29 Oktober 2026.




