Portal berita dari masyarakat untuk IndonesiaJaringan Media KRIEZ  •  Redaksi  •  Pedoman Media Siber  •  Pasang Iklan
Dari Kita • Untuk Indonesia
Jumat, 6 November 2026
Bandung, Jawa Barat
Berlangganan
TERKINIPP TUNAS Dorong Platform Digital Melindungi Sekitar 70 Juta Anak Indonesia

Pemerintah Percepat Peremajaan Sawit Rakyat untuk Meningkatkan Produktivitas Kebun

Oleh • 26 Agustus 2026 • 09:34
Petani kecil menanam bibit kelapa sawit baru dalam program peremajaan kebun rakyat

JAKARTA — Pemerintah mendorong percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) sebagai bagian dari transformasi kebun rakyat. Program ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas tanaman, memperkuat ketahanan energi, serta menjaga keberlanjutan industri sawit nasional.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebut industri kelapa sawit memiliki peran strategis terhadap perekonomian. Kontribusinya terhadap produk domestik bruto nasional diperkirakan sekitar 3,5 persen. Nilai ekspor pada 2025 tercatat mencapai 32 miliar dolar AS dengan volume 38,84 juta ton.

Pada semester pertama 2026, volume ekspor kelapa sawit mencapai 18,37 juta ton atau tumbuh 2,78 persen. Data tersebut menunjukkan permintaan tetap penting, tetapi peningkatan produksi perlu ditempuh melalui perbaikan produktivitas, bukan semata-mata perluasan kebun.

Tanaman tua perlu diganti

Peremajaan diperlukan ketika tanaman telah berusia tua atau menggunakan benih yang produktivitasnya rendah. Penggantian dengan bibit unggul diharapkan meningkatkan hasil per hektare dan pendapatan pekebun setelah tanaman memasuki masa produktif.

Pelaksanaan PSR tetap menghadapi masa tunggu karena tanaman baru belum langsung menghasilkan. Karena itu, dukungan pembiayaan, kepastian legalitas lahan, pendampingan teknis, dan sumber pendapatan sementara menjadi bagian penting agar petani mampu mengikuti program hingga kebun kembali berproduksi.

Standar budidaya dan ketertelusuran juga semakin penting di tengah tuntutan pasar terhadap komoditas yang berkelanjutan. Pendataan kebun rakyat dapat membantu proses sertifikasi, pembinaan, dan akses petani terhadap pembiayaan maupun rantai pasok formal.

Dampak bagi ekonomi daerah

Produktivitas yang lebih tinggi dapat meningkatkan pasokan bahan baku tanpa menambah tekanan terhadap penggunaan lahan. Pada tingkat daerah, peremajaan juga membuka kebutuhan tenaga kerja, bibit, sarana produksi, dan jasa pendampingan.

Namun, manfaat ekonomi harus disertai pengawasan agar benih memenuhi standar, bantuan tepat sasaran, serta kegiatan peremajaan tidak dilakukan pada kawasan yang bermasalah secara hukum atau lingkungan.

Sumber: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, 21 Agustus 2026.

Ilustrasi visual dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *