Bank Indonesia menekankan perluasan transaksi mata uang lokal dan perbaikan pembayaran lintas negara dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF–Bank Dunia pada 12–18 Oktober 2026 di Bangkok. Penjelasan tersebut dimuat dalam rilis BI bertanggal 18 Oktober.
Penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan dan investasi diarahkan untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang negara ketiga. BI menilai langkah ini dapat membantu menekan paparan terhadap perubahan nilai tukar global.
Pembahasan juga menyentuh layanan keuangan digital yang inovatif dan tepercaya. BI mendukung pembayaran antarnegara yang lebih cepat, terjangkau, transparan, serta mudah diakses, dengan tetap memperhatikan pelindungan konsumen dan stabilitas keuangan.
Di dalam negeri, digitalisasi pembayaran melalui QRIS disebut dapat membantu generasi muda dan UMKM membangun rekam jejak transaksi. Catatan digital tersebut diharapkan mendukung akses ke pembiayaan formal.
Rilis itu menempatkan koordinasi lintas negara sebagai respons terhadap ketegangan geopolitik, fragmentasi perdagangan, ancaman siber, dan gejolak pasar. Pernyataan mengenai arah pengembangan pembayaran ini tidak berarti seluruh layanan atau kerja sama baru langsung tersedia pada tanggal publikasi.
Foto ilustrasi perhitungan keuangan: Aaron Lefler/Unsplash; bukan dokumentasi kegiatan yang diberitakan.
Sumber: Publikasi resmi selengkapnya.




