Jakarta — Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada 3 November 2026 menyampaikan bahwa stabilitas fiskal, moneter, dan sektor keuangan selama triwulan III 2026 tetap terjaga. Penilaian tersebut merupakan hasil rapat berkala KSSK IV yang dilaksanakan pada 28 Oktober 2026.
KSSK mencatat perekonomian domestik masih menunjukkan ketahanan, ditopang pertumbuhan yang solid dan intermediasi keuangan yang terjaga. Namun, tekanan meningkat pada Oktober akibat eskalasi geopolitik, harga energi global, kebijakan moneter dunia yang ketat, dan arus modal keluar dari pasar saham.
Ekonomi Indonesia sepanjang 2026 diprakirakan tumbuh di atas 5,4 persen secara tahunan. Inflasi IHK Oktober tercatat 3,23 persen, lebih rendah dibandingkan 3,28 persen pada September, sementara cadangan devisa akhir September mencapai 146,3 miliar dolar AS.
KSSK yang beranggotakan Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner OJK, dan Ketua Dewan Komisioner LPS menyatakan akan terus melakukan asesmen ke depan serta memperkuat koordinasi untuk memitigasi risiko global.
Sumber: Bank Indonesia/KSSK, 3 November 2026.




