MALANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendorong pemanfaatan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika sebagai dasar pengelolaan bendungan yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan hal tersebut dalam seminar nasional bendungan besar di Universitas Brawijaya, Malang, Sabtu, 7 November 2026. Informasi MKG dinilai penting sejak tahap perencanaan dan pembangunan hingga pengoperasian bendungan.
Data cuaca, iklim, dan kegempaan dapat membantu pengelola mengambil keputusan menghadapi risiko cuaca ekstrem, kekeringan, maupun gempa. Kolaborasi pengelola bendungan dan lembaga teknis juga diperlukan agar infrastruktur air tetap aman sekaligus mendukung ketahanan air.
Artikel ini merupakan ringkasan orisinal dari publikasi BMKG. Baca sumber resmi BMKG.




