BANDUNG — BPBD Jawa Barat mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan untuk membuka atau membersihkan area. Kondisi panas dan minim curah hujan membuat vegetasi lebih mudah terbakar dan api dapat cepat meluas.
Pembersihan lahan dapat dilakukan secara manual pada area yang tidak terlalu luas atau menggunakan peralatan mekanis untuk lahan yang lebih besar. Vegetasi yang ditebang dapat dicacah dan dimanfaatkan sebagai kompos atau mulsa.
Faktor manusia masih dominan
BPBD menyebut kebakaran hutan dan lahan di Jawa Barat umumnya dipengaruhi aktivitas manusia, termasuk pembukaan lahan dengan cara membakar dan kelalaian seperti membuang puntung rokok sembarangan.
Hingga 31 Agustus 2026, luas lahan terbakar di Jawa Barat tercatat 228,07 hektare di 178 desa atau kelurahan. Pencegahan sejak awal menjadi penting agar kebakaran tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.
Sumber: Portal Jabar/Humas Jabar, 5 September 2026. Ditulis ulang secara editorial oleh DariKita.online.




