ENDE — Tenaga kesehatan dan relawan terus menjangkau masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, meski harus menghadapi jalan pegunungan rusak, tebing curam, perjalanan laut, dan akses desa yang sulit.
Pelayanan kesehatan bergerak dilakukan karena sejumlah fasilitas kesehatan belum dapat berfungsi optimal. Tim mendatangi desa untuk memastikan warga memperoleh pemeriksaan, pengobatan, dan rujukan apabila membutuhkan layanan lebih lanjut.
Masalah kesehatan muncul pascabencana
Keluhan yang ditemukan antara lain infeksi saluran pernapasan, gangguan lambung, hipertensi, nyeri persendian, gangguan tidur, serta kecemasan akibat gempa susulan. Pasien dengan penyakit kronis juga menghadapi kendala karena akses layanan terganggu.
Kementerian Kesehatan memperkuat respons bersama pemerintah daerah melalui tenaga kesehatan, pelayanan bergerak, tenda pelayanan, dan logistik medis untuk menjaga kesinambungan layanan selama proses pemulihan.
Sumber: Kementerian Kesehatan RI, 5 September 2026. Ditulis ulang secara editorial oleh DariKita.online.




